Breaking News:

Berita HSU

Korban Tenggelam di HSU Kalsel Akhirnya ditemukan Penyelam Asal HSS

Proses pencarian korban tenggelam di aliran sungai nagara tak jauh dari maskot patung itik Amuntai dekat jembatan paliwara di tengah pusat kota Kabu

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Reni Kurniawati
Korban tenggelam Nabil berusia 14 tahun warga Sungai Malang kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa Sabtu (26/12/2020) sekitar pukul 12.00 Wita. 

Editor: Edi  Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, AMUNTAI - Proses pencarian korban tenggelam di aliran sungai nagara tak jauh dari maskot patung itik Amuntai dekat jembatan paliwara di tengah pusat kota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akhirnya membuahkan hasil.

Korban tenggelam Nabil berusia 14 tahun warga Sungai Malang kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 12.00 Wita, Sabtu (26/12/2020).

Korban ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian tenggelamnya korban. Juniansyah anggota BPBD Hsu yang menemukan korban mengatakan korban ditemukan dengan bantuan penyelam dari negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Baca juga: Korban Banjir Cempaka Kota Banjarbaru Kalsel Didrop Makanan Gratis

Ada dua orang penyelam yang menggunakan alat sederhana berupa kompresor sebagai alat bantu pernafasan yang melakukan pencarian di kedalaman sekitar 5 meter.

"Saat ditemukan kondisi korban masih dalam keadaan lemas dan tidak terlihat pembengkakan anggota langsung membawa dan menarik korban ke permukaan sungai yang kemudian dilanjutkan dibawa ke RSUD Pembalah Batung," ujarnya.

Proses pencarian memang cukup sulit karena debit air yang tinggi dan arus yang cukup deras diketahui bahwa pencarian dilakukan mulai dari Jumat (25/12/2020) pukul 16.00 wita.

Nah, dalam proses pencarian dibantu oleh BPBD selain dari Hsu juga dari kabupaten tetangga yaitu Balangan, HST, HSS dan Tabalong.

”Selain melakukan pencarian dengan cara penyelaman dilakukan juga menggunakan speed boat dengan membuat ombak-ombak agar diharapkan korban bisa mengapung karena kemungkinan setelah tenggelam selama 24 jam biasanya jasad korban akan mengapung di permukaan air," ujarnya.

Puluhan anggota pahlawan yang ikut melakukan pencarian dari beberapa kabupaten melakukan selain melakukan pencarian langsung menggunakan kapal juga melakukan pemantauan di beberapa titik aliran sungai negara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved