Berita Tapin

Peledakan Tambang Resahkan Warga Tapin Kalsel, Rumah Penduduk Retak-retak

Musliadi adalah seorang warga yang khawatir menikmati libur Natal dan menyambut tahun baru 2021 di rumahnya.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: edi_nugroho
Foto Musliadi untukTribunkalteng.com
Musliadi menunjuk dinding rumah yang retak diduga akibat aktivitas blasting pertambangan di RT 9 RW 2 Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (24/12/2020). 

Editor: Edi  Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, RANTAU - Musliadi adalah seorang warga yang khawatir menikmati libur Natal dan menyambut tahun baru 2021 di rumahnya.

Dia mengaku bingung mengadukan permasalahan rumahnya yang retak-retak di sejumlah bagian dinding dan khawatir rumahnya roboh.

Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan terdiri dari 15 Rukun Tetangga (RT) dan 3 Rukun Warga (RW).

Baca juga: Polresta Banjarmasin Siap Amankan Ormas Lakukan Sweeping Malam Tahun Baru

Warga RT 9 RW 2 Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan itu mengaku kondisi dinding rumah retak itu dialami hampir semua warga Desa.

Dia menduga retaknya dinding rumahnya dan rumah tetangga sekitarnya akibat dari getaran daya ledak aktivitas blasting pertambangan.

"Kami sudah lapor ke Desa, cuma yang ada ganti ruginya di wilayah rumah kepala desa dan lingkungannya," ujarnya.

Musliadi mengaku sudah berkonsultasi dengan memberi kuasa dengan pengacara di Kota Banjarbaru.

Sayangnya, pengacara itu meninggal dunia sehingga upaya warga untuk remediasi dengan pihak perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya tertunda hingga kini.

"Kami ini warga biasa sehingga tidak punya kemampuan menyampaikan permasalahan sehingga meminta bantuan pengacara di Kota Banjarbaru," ujarnya.

Kepala Desa Pantai Cabe, Riyono dikonfirmasi mengaku pertemuan dengan perusahaan itu sudah terjadi dan warga yang terdampak tiga RT di lingkungan RW 1.

"Warga terdampak blasting mendapatkan tali asih dari perusahaan berupa sembako dan uang Rp 200 ribu per kepala keluarga," katanya.

Peledakan (blasting) adalah salah satu dari beberapa teknik yang digunakan dalam melakukan penambangan.

Warga Desa Pantai Cabe, khususnya di lingkungan rumah tinggal kepala desa, sebelumnya mengalami dampak serupa.

Mereka berharap dalam pelaksanaan blasting hendaknya menentukan jarak aman ledakan agar tak membuat retak rumah warga di Desa Pantai Cabe.

"Lingkungan RT 1, 2 dan 3 di RW 1 ini memang paling dekat dengan lokasi blasting. Cuma warga di RW 2 dan RW 3 juga ingin mendapatkan ganti rugi," katanya. (Tribunkalteng.com/ mukhtar wahid)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved