Breaking News:

Berita Palangkaraya

VIDEO Tebar Kebencian di Medsos, Pengangguran Asal Murungraya Kalteng

Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kalteng menangkap FA (30) , seorang pengangguran yang juga adalah simpatisan salah satu ormas di Jakarta karena me

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/ faturahman
Dirreskrimsus Polda Kalteng, Kombes Pol Pasma Royce bersama Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat menggelar jumpa pers di Polda Kalteng. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kalteng menangkap FA (30) , seorang pengangguran yang juga adalah simpatisan salah satu ormas di Jakarta karena meresahkan warga Kalteng dan Kalsel.

FA menebar kebencian sejak enam bulan lalu saat ramai-ramainya Pilpres yang memunculkan istilah Kampret dan Cebong di media sosial hingga saat ini, muncul kasus ormas di bawah kepemimpinan MRS, warga Murungraya , Kalteng ini, sengaja membuat 30 akun dan memiliki puluhan telepon selular untuk melakukan aksinya.

Saat ekspos kasus tersebut, di Mapolda Kalteng, Rabu (23/12/2020) Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kalteng, Kombes Pol Pas

Baca juga: Di Tabalong Kalsel, Belum Semua Sekolah Ajukan Permohonan Izin Belajar Tatap Muka ke Disdik

ma Royce, mengungkapkan, saat menebar ujaran kebencian di Instagram, FA menggunakan akun milik orang lain.

"Ada puluhan akun yang dipakainya untuk menebar kebencian, melalui media sosial dan tim cyber crime, kami sudah lama mengikuti jejak digital postingan yang bersangkutan dengan nama Instagram sry_mut_mut_zee, setiap postingannya mendapat respon kemarahan banyak pihak sehingga sangat meresahkan," ujar Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Mantan Kapolresta Palangkaraya ini, mengungkapkan, tersangka adalah simpatisan ormas MRS yang gencar menebar kebencian yang ditujukan kepada ulama karismatik di Kalsel dan tokoh di Kalteng juga menebar kebencian kepada pemerintah. "Postingan kebenciannya sudah dilakukan sejak Bulan Juni 2020 lalu hingga saat ini," ujarnya lagi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kalteng, Kombes Pol Pasma Royce, menambahkan, pihaknya kemudian menangkap tersangka di rumahnya di Murungraya pada 15 Desember 2020 lalu, dan menyita sejumlah barang bukti, berupa puluhan telepon selular dan postingan berbau ujaran kebencian.

"Kami masih mendalami lagi jika ada pihak lain dibelakangnya termasuk apakah tersangka juga melakukan tindak kriminal lainnya melalui media sosial. Karena akun yang dibuatnya hingga puluhan dan sebagian lagi mengkloning akun milik orang lain. Saat ini pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih jauh," ujarnya. (Tribunkalteng.com/Faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved