Berita Banjarbaru

Klinik Bandara Internasional Syamsuddin Noor Mulai Layani Sample Rapid Test Antigen

Bagi calon penumpang udara melalui bandara internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin ke daerah tujuan di pulau Jawa diwajibkan melampirkan syarat hasi

Penulis: Nurholis Huda | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com /Nurholis Huda
Bandara Internasional Syamsudin Noor untuk melayani rapid test antigen. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Bagi calon penumpang udara melalui bandara internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin ke daerah tujuan di pulau Jawa diwajibkan melampirkan syarat hasil rapid test antigen negatif. Sementara untuk tujuan ke Bali diwajibkan PCR swab.

Untuk memudahkan bagi calon penumpang penerbangan via udara melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor untuk mendapatkan rapid test antigen ini maka manajemen PT Angkasapura membuka layanan rapid test antigen yang disediakan klinik kerjasama di shelter bus di area Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Dari pantauan, siang di klinik yang dikelola oleh managen Angkasapura dan salah satu RS di Banjarbaru tampak penuh pemohon Rapid test antigen ini. Bahkan hingga siang jumlahnya ratusan.

Diketahui untuk harga rapid test antigen sendiri di Klinik Bandara Syamsudin Noor ini sebesar Rp 170.000.

Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, Selasa (22/12/2020) kepada pers, menjelaskan pelayanan untuk rapid test antigen ini baru hari ini tersedia dan antusiasnya lumayan.

"Kita di bandara bekerjasama dengan salah satu RS di Banjarbaru. Untuk kuota kita tidak batasi, hanya saja diatur jam. Dimana, pelayanan dibuka pukul 07.00 wita sampai sore pukul 15.00 wita. Pelayanan diutamakan kepada penumpang yang akan terbang besok hari," kata Ahmad Zulfian Noor.

Dijelaskan dia, rapid test antigen ini diwajibkan kepada calon penumpang yang diperuntukkan dari dan ke pulau Jawa. Untuk Bali malah disyaratkan PCR.

"Masa berlaku izin rapid antigen ini. Selama tiga hari. Jika lewat dari masa itu maka pelaku perjalanan udara diminta untuk melakukan Rapid Test antigen ini lagi," kata Ahmad Zulfian Noor.

Dijelaskan dia, bahwa imbauan dari gugus tugas Covid-19 ini sudah diedarkan dan berlaku sampai tanggal 8 Januari 2021.

Baca juga: Perselingkuhan Cristiano Ronaldo Dibongkar, Goda Perempuan Saat Georgina Tengah Hamil

"Karena antigen ini lebih akurat sehingga gugus tugas mewajibkan ini untuk mencegah klaster baru Covid-19 terutama di momen Natal dan Tahun Baru 2020/2021. Dan kami di Bandara Syamsudin Noor jelas mendukung program pemerintah ini dan kami harus menjalankannya dengan baik," kata Ahmad Zulfian Noor.

Sementara, Rahman salah satu penumpang tujuan Surabaya juga diminta untuk rapid test antigen ini dan bukan rapid test biasa."Saya kira tadinya untuk Jakarta Bali saja. Ternyata ke Surabaya juga diminta rapid test antigen ini," tandas warga Banjarbaru Selatan ini.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Amiruddin Florensius, menambahakan bahwa pelayanan rapid test antigen ini selaras dengan Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 22 Tahun 2020 yang mensyaratkan penyertaan surat hasil negatif _rapid test antigen, khususnya ketika bepergian dari dan ke Pulau Jawa, maka Angkasa Pura I mendukung kebijakan tersebut dengan membuka layanan ini setiap hari (Senin – Minggu) mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WITA.

"Layanan ini merupakan hasil kerjasama dari Manajemen Angkasa Pura I dengan anak perusahaan, Angkasa Pura Suport dan RSIA Mutiara Bunda. Melalui layanan ini para pengguna jasa dapat melakukan tes dengan waktu tunggu yang relatif cepat, yaitu kurang lebih 15 menit untuk rapid test antibodydan kurang lebih 30 menit untuk rapid test antigen_setelah pengambilan sampel.

Layanan ini dilakukan dengan menaati prosedur protokol kesehatan yang berlaku di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor, baik untuk petugas maupun pengguna jasa. Untuk para petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari masker, face shield, sarung tangan, dan baju pelindung hazmat. Sementara untuk para pengguna jasa diwajibkan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak.

Tidak hanya itu, lokasi rapid test juga secara rutin dibersihkan dan disediakan pula hand sanitizer.

Para pengguna jasa baik yang akan melakukan _rapid test antibody_ maupun _antigen_ diwajibkan untuk cuci tangan dan menggunakan masker sebelum memasuki area _rapid test_, selanjutnya dapat melakukan registrasi dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir yang sudh disediakan. Berikutnya para pengguna jasa dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sample oleh petugas. Setelah selesai menjalani tes, para pengguna jasa diharapkan tetap berada di ruang tunggu hingga hasil rapid test keluar.

“Kami melayani _rapid test antibody_ dengan biaya Rp 85.000, 00 dan rapid test antigen sebesar Rp 170.000. Kami harap dengan adanya layanan ini dapat mempermudah para penumpang untuk melengkapi syarat dokumen perjalanan udara dan mewujudkan penerbangan yang sehat selama masa Nataru ini serta masyarakat umum yang mau memeriksakan kesehatannya”, tandas Amir. (Tribunkalteng.com /Nurholis Huda).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved