Berita Tala

Warga Tanahlaut Kalsel Gundah Dinding Beton Rumahnya Retak Parah Terhantam Ombak

Gelombang besar yang melanda perairan laut di wilayah timur Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), berdampak buruk bagi sebagian nel

Penulis: Idda Royani | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/idda royani
Beginilah kondisi kerusakan di rumah Alex di RT 2 Desa Muara Asamasam, dinding retak cukup parah. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Gelombang besar yang melanda perairan laut di wilayah timur Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), berdampak buruk bagi sebagian nelayan yang bermukim di pesisir pantai.

Di antaranya seperti yang dialami Alex, warga RT 2 Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong. Rumah permanennya berkonstruksi beton mengalami kerusakan cukup serius.

Dinding bagian belakang rumahnya retak memanjang, baik di bagian dapur maupun kamar belakang. Keretakannya cukup parah hingga melepaskan rekatan dinding dengan tiang beton bagian atas.

Baca juga: Puluhan Mobil Terjebak Lumpur di Jalan Lintas Kecamatan di Pulaulaut Barat

Bahkan lantai cor semen di ruang belakang (dapur) itu sebagian rusak parah dan terpaksa digali sedalam sekitar 70 sentimeter guna meresapkan air.

"Padahal baru beberapa bulan saya bangun, sekarang rusak begini oleh hantaman ombak besar Kamis malam kemarin," ucap Alex, Minggu (20/12/2020).

Ia mengaku sangat risau melihat parahnya keretakan dinding belakang rumahnya tersebut. Pasalnya ombak besar diperkirakan masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Risiko dinding runtuh kini membayangi.

Rumah Alex memang berada di pesisir dan sangat dekat dengan siring. Sementara saat air laut pasang besar saat ini, siring tersebut tak begitu berfungsi karena teejangan gelombang melampaui ketinggian siring. Gelombang pun leluasa menghantam rumah-rumah nelayan Muara Asamasam yang berada di pesisir serempat.

Menghindari hal tak diinginkan, Alex mengevakuasi perabot rumah, termasuk anak dan istrinya ke rumah keluarga di kampung setempat. "Waswas juga, jadi lebih baik mengungsi kalau malam," tandasnya.

Pasar besar air laut disertai gelombang besar, sebut Alex, telah sering terjadi. Hanya saja kali ini terasa jauh lebih besar dan membahayakan karena kadang disertai tiupan angin yang lumayan kencang.

Waraga Muara Asamasam lainnya yang rumahnya rusak kena hantaman ombak adalah Tiwiyana di RT 5. Bangunan bagian dapur roboh dan terseret gelombang. Hanya sebagian kecil yang dapat diselamatkan seperti beberapa lembar atap asbes dan dinding kayu.

"Banyak juga perabot yang hilang dibawa ombak seperti mesin blenser," sebur Tiwiyana.

Rumah yang dihuni Tiwiyana memang hanya berkonstruksi kayu dan sebagian mulai rusak. Karena itu bangunan bagian belakang (dapur) tak kuat menahan hunjaman ombak besar pada Kamis malam kemarin.

Meski begitu Tiwiyana tetap bertahan di rumahnya tersebut. Ia pasrah dan hanya bisa berdoa agar cuaca segera kembali membaik. Lebih dari itu, dirinya sangat berterima kasih jika ada uluran tangan dari pemerintah maupun dermawan. (Tribunkalteng.com/idda royani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved