Breaking News:

Wabah Corona Kalsel

Tak Ingin Jadi Kluster Baru Corona, Rektor ULM Berpikir Ulang Buka Perkuliahan Tatap Muka Tahun 2021

Data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin menunjukkan dua kelurahan di Ibu Kota Provinsi Kalsel yaitu Kelurahan Pelambuan dan Pemu

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody
Rektor ULM, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin menunjukkan dua kelurahan di Ibu Kota Provinsi Kalsel yaitu Kelurahan Pelambuan dan Pemurus Dalam masih diklasifikasikan sebagai zona merah dalam peta zona risiko Covid-19, Sabtu (19/12/2020).

Adanya dua kelurahan yang berstatus zona merah ini pula yang membuat Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc berpikir ulang terkait wacana pelaksanaan kembali perkuliahan tatap muka di awal Tahun 2021 mendatang.

"Kami berharap sih bisa hijau dulu dan situasi sudah mulai aman. Jangan sampai nanti disebut ada klaster kampus karena berisiko juga," kata Rektor.

Baca juga: Puluhan Keputusan Pilkada Disengketakan, KPU RI Beberkan Langkah Persiapan Hadapi Gugatan

Hal ini kata Rektor juga menjadi pembahasan hangat dalam diskusi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia beberapa waktu lalu.

Diakuinya sesuai Surat Edaran dari Dirjen Dikti Kemendikbud RI yang diterimanya, kewenangan untuk membuka kembali kampus untuk perkuliahan tatap muka sudah berada di tangan Rektor.

Meski demikian, Ia menegaskan dalam Surat Edaran Dirjen Dikti tersebut tidak ada perintah yang mewajibkan perguruan tinggi untuk menggelar perkuliahan tatap muka di Tahun 2021.

"Tapi memang dalam edaran itu Dirjen Dikti tidak menekankan harus membuka kampus. Kalau daerah itu memungkinkan untuk dibuka silahkan dibuka, tapi kalau situasi tidak memungkinkan ya tidak apa-apa kita tetap melaksanakan secara online kan prinsipnya begitu," paparnya.

ULM kata dia terus memantau perkembangan jumlah kasus dan perubahan-perubahan status wilayah-wilayah di Banjarmasin dan Kalsel secara umum dalam peta zona risiko Covid-19 sebagai pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.

Selain itu, Ia juga menyinggung terkait vaksin Covid-19 yang dialokasikan untuk Provinsi Kalsel.

Selain para tenaga kesehatan dan aparat keamanan, Sutarto juga berharap para tenaga pendidik khususnya dosen-dosen serta tenaga kependidikan administratif di perguruan tinggi masuk dalam daftar prioritas penerima vaksin Covid-19.

Diungkapkannya ULM memiliki kurang lebih 1.200 dosen dan 800 orang tenaga kependidikan administratif yang melayani sekitar 30 ribu mahasiswa-mahasiswi yang menempuh pendidikan di ULM.

"Karena kita dengar vaksin sudah ada, tapi realisasi untuk Kalsel belum tahu apakah ada. Saya menyampaikan kalau ada vaksin mohon diprioritaskan juga tenaga pendidik selain nakes dan aparat keamanan," kata Sutarto. (Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved