Berita Banjarbaru

Pengerjaan Normalisasi Sungai Durian Kota Banjarbaru Terkendala Hujan dan Air Pasang

Penyelesaian Normalisasi Sungai Durian di Kampung Iwak Kelurahan Mentaos Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru tidak sesuai target.

Penulis: Aprianto | Editor: edi_nugroho
Foto dari Bidang SDA PUPR Kota Banjarbaru
Pengerjaan normalisasi sungai durian Kota Banjarbaru. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUKALTENG.COM, BANJARBARU-Penyelesaian Normalisasi Sungai Durian di Kampung Iwak Kelurahan Mentaos Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru tidak sesuai target.

Kondisi curah hujan yang tinggi di Kota Banjarbaru menjadi penyebab pengerjaan normalisasi sungai durian belum rampung.

Pengerjaan sungai durian ini sebenarnya ditarget selesai oleh bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru pada 16 Desember.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Banjarbaru, Subrianto membenarkan pengerjaan normalisasi sungai durian belum selesai dari target yang direncanakan.

Baca juga: Akhir Pekan, Petugas Polda Kalsel Tetap Ingatkan Masyarakat Tetap Pakai Masker

"Curah hujan dan air pasang menjadi kendalanya. Sehingga pengerjaan harus menunggu air surut," katanya, Sabtu, (19/12/2020).

Selain itu, material untuk pengerjaan normalisasi sungai juga tidak bisa sampai ke lokasi pengerjaan karena jalan rawa yang tidak bisa dilalui mobil truk pengangkut.

"Harusnya 16 Desember tadi pengerjaan sudah selesai. Namun baru 86 persen progresnya dari target kita," ujarnya.

Saat ini masih dilakukan perpanjangan waktu untuk menyelesaikan pengerjaan normalisasi sungai durian hingga 28 Desember.

Untuk mengejar target pengerjaannya, pihaknya sudah meminta untuk menambah tenaga kerja dan waktu kerja yang maksimal menyesuaikan kondisi alam.

"Misalkan pengerjaan tidak juga rampung. Maka akan ada denda keterlambatan," tegasnya.

Pengerjaan peningkatan sungai durian ini sudah dimulai sejak pertengahan Juli lalu. Mulai dari pelebaran sungai, pengerukan hingga penyiringan kanan dan kiri sungai.

Normalisasi sungai durian ini ditangani oleh bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar.

Normalisasi sungai durian itu, terdiri atas siring dengan total panjang 650 meter.
Terbagi atas pengerjaan siring sepanjang 325 meter untuk kiri dan kanan jalan. Termasuk Pelebaran sungai sekitar enam hingga tujuh meter.

Sebelumnya, warga di kawasan Kampung Iwak Kelurahan Mentaos Banjarbaru mengeluh saat hujan deras terjadi.

Tambak ikan yang jadi mata pencaharian warga setempat, bisa meluber saat intensitas hujan tinggi di Kota Banjarbaru.

Sungai Durian di sekitar tambak sebelum dinormalisasi tak mampu menampung debit air yang tinggi sehingga meluber ke tambak-tambak warga sekitar ( Tribunkalten.com/aprianto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved