Breaking News:

Berita HST

Tersangka Pembunuh Anak Kandung di Barabai HST Kalsel Ternyata Mengalami Gangguan Jiwa

Hasil observasi ST (27) ibu dari dua bocah yang meninggal pada 25 November lalu sudah keluar.

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Eka Pertiwi
Lokasi rumah pembunuhan anak kandung di Desa Pagat Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah . 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BARABAI - Hasil observasi ST (27) ibu dari dua bocah yang meninggal pada 25 November lalu sudah keluar.

ST diobservasi selama 21 hari sejak 25 hingga 16 Desember di Rumah Sakit H Hasan Basry Kandangan.

Hasilnya, ST dinyatakan mengalami gangguan jiwa. Bahkan, jauh sebelum hasil observasi keluar, ST sudah ditetapkan sebagai pelaku pembunuan anak kandungnya sendiri.

ST ditetapkan tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan TKP dan saksi kunci yang juga anak tiri dari ST.

Dua orang anak ST, meninggal dunia akibat dibunuhnya yakni MNK (6) merupakan putra pertama. Sedangkan SNH (3) merupakan anak bungsu.

"Observasi keluar Rabu tadi. Kalau penetapan tersangka sudah sebelumnya. Observasi ini juga jauh lebih lama dari jadwal yang harusnya 14 hari," beber Kasat Reskrim Polres HST Dany Sulistiono

Baca juga: Bandara Internasional Syamsudin Noor Sediakan Rapid Test Antigen Negatif Kepada Penumpang Pesawat

Lalu bagaimana dengan status hukum ST? Menurut Dany, ST tetap harus menjalani prosedur hukum. Terkait putusan nantinya diserahkan kepada majelis hakim di persidangan.

ST (27) satu-satunya orang yang ditemukan bersama korban diduga mengalami depresi berat.

Dari hasil observasi ini baru bisa diterapkan apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau depresi.

Barang bukti yang diamankan yakni pakaian korban yang ada di sana termasuk KTP ST dan kartu keluarga.

ST juga diketahui pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di Barabai jurusan kesehatan.

ibu dua orang anak asal Desa Pagat Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Rabu (25/11/2020) sore.

Ibu dua orang anak tersebut tega menghabisi nyawa dua orang anaknya. Ia diduga mengalami depresi berat akibat ditinggal sang suami Ipin.

Dari data yang dihimpun sebelum diketahui oleh warga, ST berteriak histeris. Saat berteriak histeris ini warga datang.

Sayangnya, rumah ST dikunci rapat. Hanya jendela yang buka. Namun, jendela pun diteralis.

ST berteriak keras hingga memicu perhatian warga. Warga yang terkejut langsung mendatangi dan melihat kondisi ST.

ST diketahui tanpa busana saat berteriak. Ia bahkan tak ragu menyebut jika anaknya sudah meninggal.(Tribunkalteng.com/Eka Pertiwi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved