Wabah Corona Kalsel

Bandara Internasional Syamsudin Noor Sediakan Rapid Test Antigen Negatif Kepada Penumpang Pesawat

Pemerintah mewajibkan penumpang pesawat, kapal, dan bus menunjukkan hasil rapid test antigen negatif.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: edi_nugroho
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
ilustrasi: Lift terpampang di tengah tangga. Lift tersebut lebih dikhususkan kepada para disabilitas yang mau berangkat menggunakan terminal baru Bandara Syamsudin Noor. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Pemerintah mewajibkan penumpang pesawat, kapal, dan bus menunjukkan hasil rapid test antigen negatif.

Termasuk di Bandara Internasional Syamsudin Noor juga menyiapkan tes antigen negatif ini.

"Diusahakan tes antigen yang dipersyaratkan ini mulai besok sudah ada," kata Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor.

Ahmad Zulfian Noor mengungkapkan, bandara harus menyediakan layanan rapid test antigen karena syarat ini diwajibkan oleh pemerintah. "Sejauh ini Bali dan Jakarta yang sudah mewajibkan masyarakat untuk melakukan rapid test antigen sebagai syarat keluar masuk ke dua daerah ini," ungkapnya.

Terkait biayanya, Zulfian sapaanya menyampaikan, berdasarkan informasi dari PT Angkasa Pura I, rapid test antigen dihargai Rp170 ribu. "Kecuali di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, biayanya Rp175 ribu," ucapnya.

Ya, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 Sejumlah daerah di Indonesia pun secara resmi telah menerapkan kebijakan tersebut.

Rapid test antigen sendiri berbeda dengan rapid test antibody yang biasanya diberlakukan untuk bepergian ke luar kota. Adapun perbedaan utama dari kedua tes ini adalah dari sampel yang diambil.

Sampel rapid test antibodi diambil dari darah. Sementara sampel rapid test antigen diambil dari lendir di hidung dan tenggorokan.

Cara kerja rapid test antibodi dengan rapid test antigen pun berbeda. Rapid test antibodi hanya mengetahui aktif tidaknya antibodi terhadap virus corona. Sedangkan cara kerja rapid test antigen ialah untuk mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan.

Inti dari tes antigen adalah mendeteksi keberadaan protein (protein nukleokapsid) yang merupakan bagian dari SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Sehingga ketika protein itu teridentifikasi, tim medis akan memberikan tindakan langsung kepada pasien yang terinfeksi.

Kebijakan tes antigen sebelumnya digaungkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Mereka mewajibkan penumpang yang ingin ke Jakarta harus menunjukkan hasil swab antigen negatif.

Luhut menyebut bahwa kebijakan itu mulai berlaku pada 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 bagi masyarakat yang bepergian menggunakan transportasi udara dan kereta api.

Ketentuan itu pun diputuskan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim dan Bali secara virtual yang dipimpin oleh Luhut pada awal pekan ini. Hal tersebut sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru. (Tribunkalteng.com/nurholis huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved