Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

KPU Tala: Lebih Separo Pemilih di Tala Tak Nyoblos

Pemilihan umum serentak kepala dawlerah (gubernur, wali kota, bupati)di Indonesia pada 9 Desember 2020 lalu menyisakan fakta lain yang membuat sejumla

Tribunkalteng.com/idda royani
Arif Mukhyar Ketua KPUD Tala 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Pemilihan umum serentak kepala dawlerah (gubernur, wali kota, bupati)di Indonesia pada 9 Desember 2020 lalu menyisakan fakta lain yang membuat sejumlah pihak gundah.

Itu menyusul menurunnya angka partisipasi pemilih. Bahkan di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), penurunannya cukup signifikan.

Data diperoleh pada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tala, Rabu (16/12/2020), jumlah total suara yang masuk pada pemilihan gubernur (pilgub) Rabu pekan lalu hanya 113.107. Ini akumulasi dari suara sah maupun suara tidak sah.

Baca juga: Geger Mobil Terjungkal Tabrak Pembatas Jalan di Tabalong, Urine Pengemudi Ternyata Positif Narkoba

Sedangkan jumlah DPT (daftar pemilih tetap) di Tala mencapai 232.536 orang. Artinya, sslebanyak 119.429 orang pemilih tak datang ke TPS (tempat pemungutan suara) atau tak menggunakan hak pilihnya.

Ketua KPUD Tala Arif Mukhyar ketika dikonfirmasi mengakui turunnya partisipasi pemilih pada pemilu kali ini. "Partisipasi pemilih memang turun, angkanya 48,64 persen," sebutnya.

Dikatakannya, pada pemilu (pilgub) sebelumnya di Tala tahun 2015 silam, angka partisipasi pemilih mencapai 63 persen.

Arif mengatakan berdasar hasil evaluasi, ada beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi pemilih pada pemilu tahun ini.

Pertama, faktor cuaca alam yang kurang mendukung yakni terjadi hujan deras dan di beberapa tempat disertai angin ribut. "Kami ada dokumentasinya tentang kondisi itu, di sejumlah TPS," sebutnya.

Pantuan banjarmasinpost.co.id, pada hari 'H' pilgub 9 Desember 2020 lalu sejak pagi hujan deras mengguyur sejumlah daerah di Kalsel, termasuk di Tala. Bahkan di Tala ada beberapa tenda TPS yang roboh dan kotak suara serta kursi berserakan diterjang angin kencang.

Faktor kedua, papar Mukhyar, karena sekarang kmasih dalam suasana pandemi corona virus diseases (covid-19). Hal ini berimbas pada keengganan sebagian pemilih datang ke TPS karena risau kemungkinan terpapar virus tersebut.

"Penyebab lainnya, masa kampanye tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pasangan calon gubernur/wakil gubernur guna membangun ikatan emosi dengan warga Tala," sebut Mukhyar.

Terjun bebasnya partisipasi pemilih tersebut juga menjadi perhatia kalangan warga Tala. "Ya kalau gak kenal bagaimana orang mau milih," ucap Rendi, warga Pelaihari.
(Tribunkalteng.com/palangkaraya)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved