Berita Banjarbaru

Eksavator Baru Akhirnya Operasional di TPA Regional Gunung Kupang

Sempat terdampak akibat terbakarnya satu unit eksavator di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Gunung Kupang, Banjarbaru, akhirnya operasional pengerukkan

Penulis: Aprianto | Editor: edi_nugroho
Foto dari Dinas LH Banjarbaru
Alat berat baru sudah operasional di TPA Gunung Kupang. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU-Sempat terdampak akibat terbakarnya satu unit eksavator di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Gunung Kupang, Banjarbaru, akhirnya operasional pengerukkan sampah di TPA kembali normal.

Satu unit ekskavator baru yang dibeli oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarbaru sudah dilakukan serah terima dan sudah digunakan di TPA Gunung Kupang.

Satu unit ekskavator baru ini dibeli melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020, dengan harga sekitar Rp 1,9 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Banjarbaru, Hafid mengatakan alat berat baru sudah tiba di TPA Gunung Kupang dan sudah dilakukan serah terima.

Baca juga: Pencoblosan Besok, Kapolres Tanbu Sudah Sebar 404 Personil

"Untuk alat berat baru sudah operasional melakukan pengerukkan dan penataan sampah di TPA Gunung Kupang," katanya, Selasa, (8/12/20202).

Sebelum digunakan, dikatakan Hafid bahwa alat berat itu lebih dulu dirayon, dan dilakukan pelatihan operator dari UT.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Sirajoni mengatakan alat berat di TPA Gunung Kupang sangat diperlukan sebagai sarana pengeruk sampah.

Adanya alat berat ini, bisa dengan cepat menata tumpukan sampah yang jumlah mencapai ratusan ton perhari.

Bila tidak diratakan dan ditata, tumpukan sampah bisa meluber dan memenuhi lahan kosong dan penghijauan di kawasan TPA Gunung Kupang.

"Dengan adanya ekskavator baru, pekerjaan dan penataan sampah di TPA Gunung Kupang akan bisa lebih maksimal," katanya.

Sebelumnya, usai peristiwa terbakarnya satu unit eksavator di TPA Gunung Kupang, pengelola TPA Gunung Kupang tidak bisa lagi mengoperasikan alat berat itu, karena rusak parah.

Untuk antisipasi menumpuknya sampah-sampah, digunakan alat berat lain jenis loader. Selain itu, juga harus menyewa alat berat untuk menata sampah di TPA Gunung Kupang.

Selain sangat memberatkan anggaran, pekerjaan juga tidak dapat dilakukan secara maksimal.

"Anggaran kita harus menyesuaikan dengan biaya waktu penyewaan alat berat. Kalau melebihi, bisa kena charge. Petugas kita terkadang terburu-buru melakukan penataan sampah, sehingga hasilnya kurang maksimal," kata Sirajoni .(Tribunkalteng.com/aprianto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved