Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dua Bulan Tak Terima Gaji, Puluhan Petugas Kebersihan Glurug Kantor Pemko Banjarmasin

Sebanyak 30 orang yang mengaku sebagai petugas kebersihan, mendatangi Balai Kota Banjarmasin, Rabu, (02/11/2020) pagi.

Tribunkalteng.com/Muhammad Rahmadi
Sejumlah petugas kebersihan, mendatangai Balai Kota Banjarmasin, dengan maksud menyampaikan kekecewaan soal gaji dan uang gadai pekerjaan, Rabu (02/12/2020) pagi 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Sebanyak 30 orang yang mengaku sebagai petugas kebersihan, mendatangi Balai Kota Banjarmasin, Rabu, (02/11/2020) pagi.

Kedatangan itu dengan maksud menyampaikan kekecewaan, sebab mereka mengaku sudah tidak menerima gaji selama beberapa bulan.

"Sudah dua bulan ini tidak menerima gaji, makanya kami datang kesini untuk meminta kejelasan," kata De (37) warga Jalan Aes Nasution, Kelurahan Gadang tersebut.

Apabila pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak bisa segera membayarkan gajih tersebut, maka petugas kebersihan sepakat meminta uang mereka di kembalikan.

Baca juga: Kejar Sampai ke Jawa Timur, Tim Polda Kalsel Hadiahi Timah Panas Pelaku Begal

Uang itu jelas De, adalah uang gadai pekerjaan sebesar Rp 15 juta per orang, yang mereka serahkan kepada oknum ASN DLH Banjarmasin sebagai syarat mendapat pekerjaan.

"Sekarang kalau yang bersangkutan tidak sanggup membayar lagi, tolong kembalikan uang kami," jelas De.

Lanjut De menjelaskan, uang gadai pekerjaan tersebut memang sebelumnya dijanjikan akan dikembalikan, apabila dalam rentan waktu bekerja selama kurang dari satu setengah tahun.

Sebaliknya apabila mereka sudah bekerja selama satu setengah tahun, maka wilayah kerja tersebut dijanjikan menjadi hak milik pekerja kebersihan.

"Kata orang dinas kalau sudah satu tahun setengah bisa jadi hak milik, tapi kalau belum maka dikembalikan full," terang De.

Hal yang sama juga diungkapkan laki-laki (30) warga Kelurahan Pekapuran Raya yang enggan mau disebut namanya.

Ia mengaku sudah empat kali berkunjung ke Balai Kota Banjarmasin, hanya untuk meminta kejelasan terkait upah.

Sehingga menurutnya kedatangannya kali ini, hanya untuk meminta uang jaminan kerja segera dikembalikan.

"Pokoknya saya mau uang dikembalikan, biar saja sudah tidak kerja lagi, yang penting kembali uang saya," ungkapnya. (Tribunkalteng.com/Muhammad Rahmadi)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved