Breaking News:

Berita Palangkaraya

Tekan Angka Kematian Ibu, Ini Saran Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, hingga, Selasa (1/12/2020) terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dengan memberikan pengetahuan kepada

Foto Humas Pemprov Kalteng
Kepala Dinas Kesehatan dalam acara membahas pencegahan kematian ibu dan anak di Palangkaraya, Kalteng. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, hingga, Selasa (1/12/2020) terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dengan memberikan pengetahuan kepada remaja putri dan ibu terkait upaya yang harus dilakukan terutama saat proses kandungan hingga kelahiran anak.

Data hingga saat ini, secara nasional angka kematian ibu masih tinggi yaitu memcapai 305 per 100.000 kelahiran hidup , angka kematian bayi baru lahir yaitu 15 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 24 per 1000 kelahiran hidup. Hal ini terkait berbagai faktor risiko yang berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dari kematian ibu maupun bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah dr Suyuti Syamsul, dalam pertemuan penguatan penyeliaan fasilitatif kesehatan ibu dan anak (KIA) mengungkapkan, faktor penyebab langsung kematian ibu yaitu faktor yang berhubungan dengan komplikasi masa kehamilan, masa persalinan dan masa nifas.

Baca juga: Disdukcapil Palangkaraya Masif Melakukan Perekaman KTP-Elektronik Jelang Pilgub Kalteng

"Komplikasi ini seperti adanya perdarahan, infeksi akibat trauma persalinan, persalinan macet atau persalinan lama dan abortus spontan maupun abortus tidak aman ataupun berisiko," ujarnya.

Sedangkan, faktor penyebab tidak langsung kematian ibu yaitu faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu yang sedang hamil seperti terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran.

Faktor yang mempersulit proses penanganan kedaruratan kehamilan, persalinan dan nifas seperti terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan. "Artinya masih rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

Upaya intervensi dan terobosan dari pemerintah dalam rangka mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir adalah dengan penetapan Kabupaten dan Kota se Kalteng sebagai lokus penurunan AKI dan AKB berupa, peningkatan kapasitas Nakes dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Selain itu, peningkatan manajemen program pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir termasuk aspek supervisi, monitoring dan evaluasi. Advokasi lintas program, lintas sektor dan organisasi profesi untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

"Selain itu juga peningkatan peran serta masyarakat, serta pemenuhan sarana pendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved