Berita Banjarmasin

Musim Penghujan, Warga Kalsel Diminta Waspada Binatang Melata Berkeliaran

Memasuki November hingga Desember 2020, masyarakat harus lebih waspada dengan segala ancaman terutama hewan melata yang secara alami memasuki musim

Penulis: Jumadi | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/jumadi
Memasuki bulan November hingga Desember 2020, masyarakat harus lebih waspada dengan segala ancaman terutama hewan melata yang secara alami memasuki musim menetaskan telurnya pada bulan November dan Desember. Tampak anggota usai menangkap binatang melati di salah satu rumah warga. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM BANJARMASIN- Memasuki November hingga Desember 2020, masyarakat harus lebih waspada dengan segala ancaman terutama hewan melata yang secara alami memasuki musim menetaskan telurnya pada bulan November dan Desember.

Alhasil dalam bulan-bulan ini Tim Animal Rescue Banjarmasin yang terdiri dari BPBD Kota Banjarmasin, Bidang Kesehatan Hewan DKP3 Banjarmasin, BKSDA Provinsi Kalsel, dan polisi hewan K-9 Polda Kalsel sudah mengevakuasi 9 sembilan hewan melata tersebut dari lingkungan warga.

Baca juga: Kawasan Takisung Disiapkan Jadi Kota Baru di Tala Kalsel

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, sekaligus Koordinator Tim Animal Rescue Banjarmasin, HM, Hilmi, Senin (30/11/2020) membenarkan pengamanan sembilan ekor ular tersebut dari lingkungan warga oleh anggotanya.

"Dalam bulan-bulan ini kita sudah mengamankan sembilan ekor ular berbagai jenis, memang akhir tahun merupakan bulan di mana indukan ular menetaskan telurnya,"ungkapnya.

Ditambahkan HM Hilmi, untuk kasus terbanyak dalam bulan ini timnya sudah mengamankan dua indukan dan empat anakan Kobra jenis Naja Sumatrana.

"Lain lagi dengan ular Python atau Sanca Kembang dalam bulan ini sudah tiga ekor yang di Evakuasi dari rumah warga, dua berukuran dewasa lima meter dan satunya masih anakan" Paparnya.

Penomena ular masuk lingkungan warga memang tiap tahun mengalami puncaknya ketika akhir tahun ketika telur menetas dan anakan ular akan berkeliaran mencari makan disekitar rumah seperti kodok kecil, jangkrik, dan cicak.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, HM Hilmi berbagi tips kepada masyarakat supaya ular tidak masuk ke rumah antara lain membersihkan rumah.

Ketika kondisi bersih ular jarang masuk rumah karena tempat kotor mengundang makanan, seperti tikus berkumpul yang otomatis membuat ular tertarik untuk masuk.

Jangan menumpuk barang, seperti tumpukan kayu atau kardus yang gelap menjadi tempat favorit ular bersembunyi dan menunggu mangsanya, beri pengharum kamper.

Indra penciuman ular sangat sensitif, dari jarak ratusan meter dia bisa mencium mangsanya, ketika ada bau pengharum, ular cendrung menghindar karena mengganggu penciumannya ketika mencari mangsa seperti tikus.

Menutup retakan tanah sekitar halaman rumah dan tutup jika ada lubang di rumah. Tujuannya supaya ular tidak bisa masuk, dan lubang biasanya menjadi tempat ular bertelur.

Jangan Panik ketika melihat ular, perhatikan lokasi di mana ular berada dan segera hubungi BPBD Kota Banjarmasin atau Animal Rescue Banjarmasin untuk melakukan penanganan ular.

Lebih lanjut diimbau kepada masyarakat, jika ada ular yang membahayakan atau berbisa seperti kobra atau ular jenis lain segera melaporkan ke BPBD Kota Banjarmasin untuk menjalankan tugas sesuai dengan Peraturan Walikota Banjarmasin nomor 657 tahun 2020 dimana BPBD Kota Banjarmasin merupakan bagian dari Tim Animal Rescue Banjarmasin yang bertugas menyalamatkan Jiwa Manusia yang terancam oleh hewan/satwa.

"Silakan bagi warga Banjarmasin yang memerlukan bantuan penanganan hewan bisa menghubungi kontak darurat BPBD di 0831-5986-1450 atau 0821-5391-2194, dan semua tidak dipungut biaya alias gratis, serta petugas sudah memiliki keahlian di bidang penanganan hewan,"tambahnya. (
Tribunkalteng.com/jumadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved