Wabah Corona di Kalteng

Positif Covid-19 di Kalteng Meningkat, Ahli Epidemologi Ini Sebut Dua Faktor Ini Pemicunya

Kasus baru Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalsel) dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan signifikan.

Penulis: Fathurahman | Editor: Hari Widodo
Tribunkalteng.com/ faturahman
Satgas Penanganan Covid-19 di Palangkaraya, terus melakukan Operasi Yustisi untuk menekan angka Penularan Covid-19. 

Editor : Hari Widodo
 
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus baru Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalsel) dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan signifikan.

Ketua Umum Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Kalteng, Rini Fortina,  mengungkapkan beberapa faktor yang terjadi di dalam perilaku masyarakat yang memicu meningkatnya indikator Rate of Transmission (Rt) atau indikator dari Tingkat Penularan yang beredar di masyarakat. 

Dia mengatakan, akhir Oktober memang sudah mulai ada tanda-tanda terjadi peningkatan kasus.

"Ini dimulai dari Kabupaten Kotawaringin Timur yang sudah mulai menunjukan indikator Rt yang meninggi di atas dua (2)," ujarnya.

Baca juga: X-Ray Bantuan Pusdokkes Polri Mudahkan Pelayanan Pasien Covid-19 di RS Bhayangkara Palangkaraya

Baca juga: Direktur RS Murjani Sampit Tutup Usia Usai Dirawat Akibat Covid-19 di RS Jakarta

Baca juga: Hindari Penyebaran Covid-19, Wali Kota Palangkaraya Belum Membuka Taman Pasuk Kameluh

Kemudian disusul dengan kabupaten dan kota lainnya, yang kemudian menjadi tidak terkendali sampai pada laporan kasus Selasa, (24/11/2020) tertinggi di angka 131 (data penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 pada 22 November 2020 pukul 15.00 WIB).

Berdasarkan laporan kasus mingguan, terlihat bahwa jumlah kasus masih terus berlanjut.

“Jadi, kalau kita tidak cepat mengambil tindakan mulai dari sekarang , maka bukan tidak mungkin kasus ini akan terus meledak, karena indikator Rt masih menunjukan terus meninggi," ujarnya.

Menurut dia,  peningkatan kasus bisa terus mencapai puncak yang lebih kurv-nya lagi, karena kelihatan sekali tiap kali penurunan itu sebenarnya tidak boleh membuat lengah sampai betul-betul disebut aman dan terkendali, harus tetap waspada.

Dia menjelaskan, sumber penularan minggu ini disebabkan pelaku perjalanan luar daerah yang ketika kembali tidak lagi menjalankan isolasi mandiri.

Pelaku perjalanan luar daerah ini, kemudian melakukan kontak erat di rumah dan tempat kerja.

"Itu sebabnya kemudian penularan Covid-19 merebak," ujarnya.

Baca juga: 39 Warga Binaan Rutan Kandangan Kalsel Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Selain itu, juga terdapat pelaku (individu) yang melakukan kegiatan di luar rumah seperti menghadiri acara-acara tertentu, kemudian terpapar Covid-19 hingga akhirnya menulari orang-orang di rumah.

“Banyak tertular Covid-19 ternyata Ibu rumah tangga dan keluarga serumah seperti anak dan orang tua yang cenderung meningkat dalam dua minggu ini,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved