Breaking News:

Berita Palangkaraya

Pengusaha Tambang Makin Patuh Bayar Royalti, PAD Tambang Kalteng Meningkat

Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pertambangan yang dikelola Dinas Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah

Penulis: Fathurahman | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng,com/faturahman
Lalulintas tongkang pengangkut bijih besi di Sungai Mentaya Sampit hingga, Rabu (25/11/2020) berjalan lancar, kapal tugboat penarik tongkang pengangkut hasil tambang setiap hari teelihat membawa bijih besi keluar Sungai Mentaya, Sampit. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pertambangan yang dikelola Dinas Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan karena pengusaha tambang rajin membayar royalti.

Berdasarkan data Dinas ESDM Kalteng, setoran Royalti tambang di Kalimantan Tengah terus meningkat meskipun masa pandemi Covid-19, terus terjadi peningkatan royalti yang dikelola ESDM tahun 2020 naik mencapai 148 persen.

Meskipun ditengah situasi Pandemi Covid-19 tahun 2020 ini pembayaran royalti tambang terus meningkat, karena pengawasannya juga tetap ketat dilakukan. Royalti Bulan November 2020, yang masuk sebanyak 148 persen dari target nasional Rp 976 Miliar, kini sudah mencapai Rp1,5 Triliun.

Baca juga: Jalan Lingkar Sampit untuk Angkutan Barang dan Truk CPO Rusak Parah

Upaya maksimal dalam pengawasan membuat royalti terus bergerak membaik."Total pendapatan untuk PAD Kalteng dan nasional mencapai Rp 8,2 triliun merupakan capaian terbaik, selama empat tahun terakhir sumbangan PAD dari Dinas ESDM terbanyak dibanding instansi lainnya," ujar Ermal Subhan, Kadis ESDM Provinsi Kalteng, Rabu (25/11/2020).

Dia mengatakan, dalam tahun ini saja, 2020, sampai bulan November masukan dari royalti mencapai Rp.1,5 triliun dari target nasional Rp.976 miliar. Perbandingan PAD dari sektor tambang sejak tahun 2015 hanya mendapatkan Rp135 juta.

"Kami terus melakukan pengawasan ketat serta meminta pengusaha untuk mentaati aturan yang baik, sehingga akhirnya pengusaha taat bayar royalti hasilnya bertambah membaik, dan diperkirakan sampai tahun 2020 mencapai Rp1,6 miliar lebih," ujarnya.

Lebih jauh dia mengatakan, Pemprov Kalteng juga dianggap patuh dalam mengelola PNBP mineral dan batubara oleh pemerintah pusat sehingga mendapatkan penghargaan pertama kali dalam upaya peningkatan PAD."Kami terus berupaya meningkatka PAD dan menata perizinan dengan baik meminta pengusaha taat aturan dan kewajiban." ujarnya.(Tribunkalteng,com/faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved