Breaking News:

Berita Batola

Edarkan Pil Putih Tanpa Logo, Warga Tamban Batola Dibekuk Petugas

Jajaran Polsek Tamban bongkar aksi peredaran obat terlarang berupa kesedian farmasi tanpa izin, Kamis (19/11/2020), sekitar pukul 16.30 Wita.

Foto Humas Polres Batola untuk Bpost
NI (26) diamankan di Desa Tamban Muara Baru RT 02, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala tersangka kepemilikan 68 butir pil berwarna putih tanpa merk dan logo. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, MARABAHAN - Jajaran Polsek Tamban bongkar aksi peredaran obat terlarang berupa kesedian farmasi tanpa izin, Kamis (19/11/2020), sekitar pukul 16.30 Wita.

Tersangka NI (26) diamankan di Desa Tamban Muara Baru RT 02, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, atas kepemilikan 68 butir pil berwarna putih tanpa merk dan logo.

Penangkapan NI diawali dengan adanya informasi yang beredar di masyarakat, bahwa di kawasan Kecamatan Tamban ada transaksi peredaran pil tanpa izin sehari sebelumnya.

Baca juga: Ben-Ujang Terpilih, Masyarakat Tak Perlu Bayar Iuran BPJS Lagi

"Dengan modal Informasi masyarakat tersebut, kami lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan NI dengan sejumlah barang bukti," Ungkap Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif melalui Kapolsek Tamban, Ipda Syaminan.

Selain 68 butir pil, petugas kepolisian juga menyita uang 7 ribu rupiah dan plastik klip yang di diduga sebagai pembungkus pil.

Akibat aksinya ini, NI dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 (1) Undang Undang RI No. 35 Th 2009 Tentang Narkotika, sub Pasal 197 jo pasal 106 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Saat ini NI tengah digelandang ke Polsek Tamban beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Tribunkalteng.com/MuhammadTabri)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved