Breaking News:

Berita Kotabaru

Perwira di Polres Kotabaru Ini Sering Luangkan Waktu untuk Dialog dengan Pedagang Keliling

Tak sekadar berdialog dengan masyarakat berpenghasilan rendah, seperti penjual kerupuk keliling.

Tribunkalteng.com/Helriansyah
Salah seorang perwira menjabat sebagai Kasat Binmas berpangkat Ajun Komisaris Polisi berdioalog santai dengan pedagang keliling. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Tak sekadar berdialog dengan masyarakat berpenghasilan rendah, seperti penjual kerupuk keliling.

Namun kebiasaan mengumpulkan beberapa orang pedagang kerap dilakukan di halaman rumah setiap pekan (Jumat) sekaligus untuk menyerap keluhan sambil berbagi rizki.

Kegiatan duduk-duduk santai sambil berdialog dengan pedagang berjumlah tiga sampai empat orang, di halaman salah satu rumah dinas milik Kepolisian Resor (Polres) Kotabaru beralamat di jalan Veteran.

Siapa lagi kalau bukan Rosadi. Salah seorang perwira menjabat sebagai Kasat Binmas berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) ini, kerap kumpul karena prihatin dengan perjuangan gigih para pedagang keliling tersebut.

Meski di tengah pandemi, para pedagang tetap semangat mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari setiap dagangan dijajakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Ketika lelah, mereka mangkal di depan rumah dinas itu sambil melepas penat.

Baca juga: Sepi Job, Pemusik Reggae Senang Dirangkul Dispar Tala

"Iya, mereka pedagang sering mangkalnya di depan rumah. Waktu itu digunakan diskusi sambil mendengar keluh kesah mereka. Mengenai penghasilan dari dagangan mereka jual di tengah kondisi pandemi," tutur Rosadi, Selasa (17/11/2020).

Tidak hanya sekadar menyerap keluhan pedagang, Rosadi yang juga mengisi waktu hari-harinya sebagai penjual ubi cilembu di depan rumah kediamannya itu, setiap ada rezeki lebih selalu disisihkan sebagian.

"Hasil dari berjualan ubi cilembu aku sisihkan buat mereka. Itu setiap hari Jumat," ucap Rosadi.

Berbagi kebahagian dengan mereka, pun Rosadi selalu memborong dagangan milik pedagang yang tidak habis terjuak. Oleh para pedagang, dagangan seperti kerupuk yang diborong kemudian dibagi-bagikan lagi kepada pengguna jalan.

"Semua pengguna jalan diberikan. Yang berjalan kaki, pengendara roda dua hingga mobil. Kasihan mereka, apalagi di tengah pandemi ini," tutup Rosadi. (Tribunkalteng.com/Helriansyah).

Penulis: Herliansyah
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved