Breaking News:

Berita Banjarmasin

ULM Banjarmasin Alokasikan Rp 20 Miliar Biayai Penelitian Dosen

Sudah masuk dalam Klaster II Pemeringkatan Perguruan Tinggi oleh Kemendikbud RI dan menjadi perguruan tinggi terbaik di Kalimantan Tahun 2020, Univers

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody
Rektor ULM, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Sudah masuk dalam Klaster II Pemeringkatan Perguruan Tinggi oleh Kemendikbud RI dan menjadi perguruan tinggi terbaik di Kalimantan Tahun 2020, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tak berpuas diri.

Upaya meningkatkan kualitas terus dilakukan salah satunya dengan menggenjot produktifitas dosen-dosennya melalui Program Wajib Meneliti.

Tak hanya sekedar mendorong para dosen melakukan penelitian, tapi ULM juga menyediakan alokasi dana puluhan miliar rupiah untuk memfasilitasi penelitian para dosen-dosennya.

Menurut Rektor ULM, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, pihaknya di Tahun 2020 mengalokasikan tak kurang dari Rp 20 miliar untuk mendukung penelitian dosen.

Baca juga: Petugas Mulai Tertibkan Alat Peraga Kampanye di Kabupaten Banjar

"Kami komitmen sesuai program itu menyediakan anggaran yang cukup untuk penelitian. Komitmennya menyisihkan setidaknya 10 persen dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk kegiatan penelitian," kata Sutarto.

Hingga jelang penghujung tahun, Sabtu (14/11/2020) diungkapkannya sudah sekitar Rp 12 miliar dana yang terserap untuk membiayai penelitian para dosen ULM.

Realisasi penyerapan dana ini kata Rektor merupakan suatu kemajuan cukup signifikan dibanding Tahun 2019 dimana serapan dana penelitian hanya sekitar Rp 3,5 miliar.

Kurang lebih 90 persen dosen-dosen ULM kata Sutarto sudah aktif melakukan penelitian dengan output berupa buku atau artikel yang terbit baik di jurnal Indonesia maupun internasional bereputasi.

Produktifitas dosen dalam melaksanakan penelitian sebagai salah satu komponen dalam tridharma perguruan tinggi menurutnya menjadi salah satu tolak ukur penilaian kualitas suatu perguruan tinggi dari Kemendikbud RI.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi ULM jika ingin terus bertahan di Klaster II atau bahkan masuk ke Klaster I pemeringkatan perguruan tinggi bergabung bersama perguruan-perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Karena itu, Ia secara spesifik mengingatkan para dosen di semua Fakultas dan Program Studi yang ada di ULM untuk menggenjot produktifitas penelitiannya.

Meski tak meragukan para dosen sudah mengajar dengan baik dan banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat, namun Ia tak menampik masih ada sebagian kecil dosen yang belum optimal dalam melakukan penelitian.

"Tapi meneliti ini kadang ada yang malas mungkin karena merasa tidak penting untuk naik pangkat atau ada prioritas lain dalam karirnya. Itu sebenarnya tidak sehat bagi suatu perguruan tinggi," lanjut Sutarto. (Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved