Breaking News:

Wabah Corona Kalsel

Sekolah SMA/SMK di Kalsel Tetap Belum Diajurkan Pembelajaran Tatap Muka

Meski kelurahan di Bnajarmasin sudah semua kekuar dari zona merah, namun dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan belum merekomendasikan untuk pem

Tribunnews/Jeprima
Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) melakukan kegiatan belajar mengajar bersama sistem online di ruang aula Kelurahan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020). Di tengah pandemi Covid-19, proses belajar mengajar dilakukan tanpa tatap muka, pembelajaran daring pun diberlakukan. Namun keterbatasan sarana perangkat, fasilitas, dan ekonomi menjadi salah satu kendala yang harus di hadapi oleh masyarakat setempat. Demi memudahkan siswa/pelajar di Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi tepatnya di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, memfasilitasi warganya dalam belajar online dengan menyediakan WiFi gratis di ruang aula Kelurahan Jatirahayu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARMASIN -Meski kelurahan di Banjarmasin sudah semua kekuar dari zona merah, namun dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan belum merekomendasikan untuk pembelajaraan tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Yusuf Effendi, Rabu (28/10/2020) mengakui memang sudah ada kelonggaran Covid-19 karena sebagian dareha sudah zona orange.

"Tapi itu tidak wajib. Silakan daerah (kabupaten kota) untuk SD dan SMP menerapkan atau tidak, kebijakan Pemprov ini masih belum menyarankan belum tatap muka. Karena tatap muka berlaku hanya untuk zona hijau, dan Kalsel belum hijau masih oranye," tandas Kadisdikbud Kalsel.

Baca juga: Puluhan Relawan Pemadam Kebakaran Palangkaraya Dilatih Kemampuan Memadamkan Api

Diuraikan Yusuf Effendi, berdasarkan kebijakan Mendikbud, khusus SMK pada semua zona diperbolehkan belajar tatap muka. Namun aturan ini hanya untuk kebutuhan praktikum.

"Dari kementerian boleh, tapi kita masih mengikuti edaran gubernur yang menyebutkan izin pembelajaran luring dimulai Januari mendatang," tandas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 3 Banjarmasin, Norhalisah.

Pihak sekolah, ujar Norhalisah, tidak berani mengambil risiko adanya klaster baru penularan Covid-19. Sebab, tercatat ada 2018 peserta didik yang ada di SMKN 3 Banjarmasin sehingga, sulit untuk menerapkan pembatasan fisik di antara mereka.

"Memang mereka mengeluhkan jenuh. Tapi sekolah adalah lembaga resmi, ada dampak dan sanksi yang diberikan pemerintah apabila ada penularan. Walaupun sumbernya bukan dari sekolah," jelas dia

Menurutnya, Kemendikbud menetapkan pembukaan kembali satuan pendidikan untuk pelaksanaan tatap muka dilakukan secara bertahap. Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat dan daerah serta satuan tugas penanganan Covid-19 akan melakukan pengawasan secara ketat untuk memantau perkembangan kebijakan ini. (Tribunkalteng.com /Nurholis Huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved