Breaking News:

Berita Banjarmasin

Mahasiswa Banjarmasin Jadi Tersangka, Kuasa Hukum BEM SEKA : SPDP Tak Berarti Sudah Ada Tersangka

Kuasa hukum BEM SEKA Ahdiat Zairullah dan Ahmad yakni Muhamad Pazri SH MH menegaskan terbitnya SPDP tidak lantas membuat seseorang menjadi tersangka

istimewa
Kuasa Hukum BEM SEKA, M Fazri. 

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Kuasa hukum BEM SEKA Ahdiat Zairullah dan Ahmad yakni Muhamad Pazri SH MH merespon ditetapkannya dua mahasiswa pendemo Omnibus Law UU Cipta Kerja sebagai tersangka.

Ia meluruskan terbitnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) tidak lantas membuat seseorang menjadi tersangka.

Pazri yang juga Presiden Direktur Borneo Law Firm mengatakan setelah suatu peristiwa diduga sebagai suatu tindak pidana, proses selanjutnya adalah memasuki tahap penyidikan.

Pada tahap ini penyidik mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi. Berdasarkan Pasal 1 angka 2 KUHAP, proses ini berguna menemukan tersangka tindak pidana tersebut.

Baca juga: Tujuh Pemuda Ini Diduga Mabuk, Diamankan Polisi Saat Demo Omnibus Law UU Cipta Kerja di Banjarmasin

Baca juga: Oknum ASN di Banjarbaru Diamankan Polisi, Diduga Sebarkan Berita Hoax Soal Demo Omnibus Law

Menurutnya iSPDP tidak menjadi ukuran pasti penetapan status tersangka bagi siapapun yang dipanggil penyidik.

“Penetapan tersangka masih nanti. Pertama kali semua yang dipanggil sebagai saksi," paparnya.

SPDP merupakan tanda bahwa penyidik memulai penyidikan suatu perkara. Berdasarkan mekanisme yang diatur Pasal 109 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik wajib mengirimkan surat pemberitahuan kepada penuntut umum.

Jika mencermati Pasal 1 angka 2 KUHAP, penyidikan justru merupakan langkah untuk mencari bukti sehingga dengan bukti itu membuat terang tindak pidana dan tersangka bisa ditemukan.

Menetapkan tersangka harus punya dua alat bukti yang sah.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved