Breaking News:

Berita Muara Teweh

Jembatan Muara Teweh - Jingah Rampung, Saat Ini Dikaji Tim Ahli Sebelum Dioperasionalkan

Warga yang tinggal di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dalam waktu dekat sudah akan bisa menggunakan jembatan penghubung

Tribunkalteng.com/ faturahman
Kepala Dinas PUPR Kalteng Salahuddin. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, MUARA TEWEH- Warga yang tinggal di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dalam waktu dekat sudah akan bisa menggunakan jembatan penghubung antara Ibu Kota Kabupaten Barito Utara di Muara Teweh- Jingah.

Soalnya jembatan tersebut sudah rampung dan saat ini masih dikaji tim ahli sebelum operasionalkan.

Bupati Barito Utara, H Nadalsyah, mengungkapkan, pembangunan jembatan mulai tahun 2015 saat ini telah rampung 100 persen.

"Jembatan itu sudah digunakan untuk pejalan kaki, namun untuk dilewati oleh kendaraan roda dua dan empat dilakukan tes dahulu, agar aman," ujarnya.

Baca juga: Turunkan Penularan Covid-19, Satgas Palangkaraya Memperketat Pelaksanaan Surveillance

Jembatan Muara Teweh - Jingah merupakan jembatan tipe C, dengan berat maksimal 110 ton. Bupati Barito Utara, H Nadalsyah, mengatakan, ketika jenbatan difungsikan untuk semua kendaraan, pihaknya akan membuat peraturan bupati (Perbup) untuk spesifikasi armada yang boleh melintasi jembatan termasuk tonase atau jenis kendaraan yang boleh kewat," ujarnya.

Tahapan pengujian dilakukan sehingga jembatan tersebut benar- benar aman dan nantinya dibuka untuk umum. Beberapa warga Muara Teweh, mengaku senang dengan adanya jembatan tersebut, karena bisa mudahkan mereka bepergian ke kabupaten lainnya.

"Tentu ketika jembatan difungsionalkan untuk semua kendaraan maka akan memudahkan mobilisasi semua kendaraan dan menperpendek jarak tempuh," ujar Nur Cahyo warga Muara Teweh, Minggu (25/10/2020).

Kepala Dinas PUPR H. Shalahuddin, mengatakan, pengujian jembatan dilakukan untuk mengetahui kekuatan jembatan sebelum dibuka untuk umum dan angkutan. "Jembatan mulai dibangun sejak tahun 2015, menggunakan dana sharing, yakni Pemprov Kalteng membantu Rp30 miliar, pada tahun 2017membangun bagian atas jembatan dari beton dan bentang tengah rangka baja sepanjang 120 meter, kemudian sisilainnya sehingga panjang total 320 meter," ujarnya.

Saat ini, setelah dilakukan uji coba selanjutnya akan dilakukan kajian oleh tim ahli agar dapat dibuka untuk umum."Jembatan juga untuk menghemat waktu dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian diwilayah Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya,” ujarnya. (Tribunkalteng.com/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved