Breaking News:

Berita Tanahlaut

Ditolak Pabrik, Sebagian Buah Sawit Rakyat di Tanahlaut Kalsel Tak Laku

Selain menjadi lumbung tanaman pangan di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kabupaten Tanahlaut (Tala) juga memiliki perkebunan kelapa sawit yang cukup luas

Tribunkalteng.com/idda royani
H AKHMAD HAIRIN, plt Kadistanhortibun Tala 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Selain menjadi lumbung tanaman pangan di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kabupaten Tanahlaut (Tala) juga memiliki perkebunan kelapa sawit yang cukup luas.

Kebun sawit yang ada di Tala tak hanya dikembangkan perusahaan besar swasta. Tapi, juga ada yang dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat, termasuk kebun plasma.

Namun kelapa sawit yang dibudidayakan warga sebagian menggunakan bibit yang tidak jelas asal-usulnya (illegitim).

"Ini yang menjadi perhatian kami karena jika dibiarkan hanya akan merugikan petani itu sendiri," ucap Plt Kepala Distanhortibun Tala H Akhmad Hairin, Minggu (25/10/2020).

Jika melihat kondisi kebun kelapa sawit rakyat saat ini, sebutnya, banyak ditemukan penggunaan bibit illegitim.

Baca juga: Jalan dan Rumah Jalur Samuda - Ujung Pandaran Kotim, Kalteng Terendan Banjir

Buah kelapa sawit atau sering disebut TBS (Tandan Buah Segar) yang ditanam secara illegitim akan menghasilkan TBS jenis dura.

TBS dura dicirikan bertempurung tebal dan daging buah (serabut) tipis. TBS jenis ini, banyak ditolak oleh pabrik kelapa sawit karena minyak yang dihasilkan hanya sedikit yaitu kurang dari 19 persen.

"Tentu hal itu akan memberikan dampak kerugian bagi petani kelapa sawit," tandas Hairin.

Lebih lanjut ia menerangkan dura adalah TBS yang berasal dari bunga jantan. TBS yang baik dihasilkan dari bunga betina (pesifera). Persilangan antara bunga jantan dan betina disebut tenera.

"Bibit yang berasal dari sumber benih yang jelas (resmi) yakni jenis pesifera," paparnya.

Kadang sebagian petani memanfatkan brondolan (buah sawit yang jatuh di kebun) lalu disemaikan menjadi bibir dan ditanam. Ini sifatnya cendrung kembali ke jenis tetua (asal) yaitu dura.
(Tribunkalteng.com/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved