Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Gelar Demo Lagi, Korwil BEM se-Kalsel Pastikan Akan Ada Aksi Susulan

Gelombang aksi unjuk rasa menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja terus berlangsung di berbagai daerah di Indonesia

Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody
Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahdiat Zairullah 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM BANJARMASIN - Gelombang aksi unjuk rasa menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja terus berlangsung di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pada Bulan Oktober Tahun 2020 ini saja, aksi turun ke jalan yang digelar oleh kalangan mahasiswa yang tergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kalsel terhitung sudah dilakukan tiga kali.

Pertama yaitu pada 8 Oktober lalu 15 Oktober dan paling terkini 20 Oktober.

Baca juga: Ditampilkan di Fashion Virtual BI, Sasirangan Balangan Bidik Pangsa Pasar Nasional

Dimana mereka konsisten menuntut Presiden RI Joko Widodo agar menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) untuk membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahdiat Zairullah pun memastikan aksi pada Selasa (20/10/2020) bukan merupakan aksi yang terakhir selama tuntutan mereka belum dipenuhi.

"Jelas kami akan konsolidasi dengan kawan-kawan dan kami akan turun terus baik dalam bentuk mimbar bebas atau aksi lainnya. Akan kami upayakan terus berbagai hal bentuk aksi," kata Ahdiat, Kamis (22/10/2020).

Sebelumnya pada Selasa (20/10/2020), BEM se-Kalsel dalam aksinya membawa map merah sebagai simbol rapor merah atas satu tahun kinerja Pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Disampaikan Koordinator Wilayah BEM Se-Kalsel, Ahdiat Zairullah, pihaknya menilai Pemeritnahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah gagal mendengarkan suara rakyatnya.

"Soal rapor merah, artinya pemerintah hari ini gagal mendengarkan rakyatnya. Kita perlu bertanya kembali apakah kedaulatan benar-benar ada di rakyat ataukah kedaulatan pengusaha dan oligarki," tegas Ahdiat.

Dengan aksi demikian yang juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia menurutnya sebagai pengingat kepada Presiden Joko Widodo bahwa begitu banyak penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved