Breaking News:

Berita Palangkaraya

Anggota Polda Kalteng Tangkap Warga Bawa 101,05 Gram Sabu

Palangkaraya, Kalimantan Tengah masuk zona merah peredaran narkoba, meskipun petugas sudah sering menangkap pelakunya, ternyata pedagangan gelap

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com / faturahman
Petugas saat menangkap salah satu pengedar narkoba Dirresnarkoba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM PALANGKARAYA-Palangkaraya, Kalimantan Tengah masuk zona merah peredaran narkoba, meskipun petugas sudah sering menangkap pelakunya, ternyata pedagangan gelap narkoba belum juga berakhir. Bahkan, jumlah narkoba yang diedarkan malah cendrung tambah bemanyak.

Meski begitu, aparat kepolisian dari Direktorat Narkoba Polda Kalteng terus memburu pengedar maupun pengguna narkoba yang ada di Kalimantan Tengah tersebut, seperti yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng yang berhasil menangkap dua orang pengedar narkoba di Palangkaraya.

Dirresnarkoba Kombes Pol. Bonny Jianto, Kamis (22/10/2020) mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus Narkoba dengan menangkap dua orang pelakunya dan mengamankan sebanyak 100 gram lebih sabu dari dua orang tersangka.

Baca juga: Buruh Kalsel Pesimis Bisa Menangi Gugatan Judicial Review UU Cipta Kerja

Dia menceritakan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang transaksi terlarang yang dilakukan para pelaku sehingga akhirnya pihaknya menangkap pelakunya."Ada dua pelaku yang ditangkap yakni Yu (24) ditangkap di jalan saat naik sepeda motor dia memiliki sabu seberat sekitar 101,05 gram dengan TKP dipinggiran Jalan Rungan RT 006 RW 025 Kelurahan Palangka Kecamatan Jekanraya Kota Palangkraya," ujarnya.

Pihaknya juga menangkap pelaku lainnya yang berinisial Sa (54) di Jalan Palangkaraya - Bukitrawi kilometer 3 Kelurahan Pahandut Kota Palangkaraya."Kami amankan sabu seberat 35,00 gram yang dibungkus dalam tujuh paket plastik dari pelaku Sa. Saat ini pelaku dan barang bukti diamankkan di Polda Kalteng," ujarnya.

Kedua pelaku, hingga saat ini masih menjalankan proses hukum di Mapolda Kalteng sedangkan ancaman hukum yang akan dikenakan yakni Pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved