Berita HST
Warga Luka luka dan Pagar Jebol, Pendaftar Banpres BPUM di HST Kalsel Ditutup
Pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah membludak.
Editor: Edi Nugroho
TRIBUNKALTENG.COM, BARABAI - Pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah membludak.
Ratusan warga Hulu Sungai Tengah mendatangi Kantor Dinas Perdagangan di Jalan Abdul Muis Ridhani, Barabai, pada Selasa (21/10/2020).
Parahnya, pagar Kantor Dinas Perdagangan sempat roboh saat ratusan masyarakat datang. Bahkan, warga juga sempat mengalami luka-luka saat pendaftaran.
Warga yang tak sabaran melakukan pendaftaran BPUM berdesak-desakan hingga pagar jebol.
Baca juga: Truk dan Pikap Adu Kuat di Trafficlight Sarigadung Simpangempat Tanbu Kalsel
Hal ini membuat Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengahe membuat kebijakan menutup sementara pendaftaran hingga situasi benar-benar kondusif.
Pendaftar yang datang ke Dinas Perdagangan harus menelan pil pahit karena pendaftarannya tak diterima.
Warga Hulu Rasau Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Basniah mengaku, kecewa dengan ditutupnya pendaftaran.
Ia mengaku mengayuh sepeda sejauh dua kilometer untuk sampai ke Dinas Perdagangan. BPUM diharapkan pihaknya, mengingat ia hanya penjual sayur di Pasar Keramat Barabai.
Peralatan yang ia punya juga sederhana yakni hanya sepeda.
Membawa gulungan kertas pendaftaran, Basniah mengharapkan ada keringanan untuk dirinya yang sudah renta.
"Bantuan sangat kami harapkan. Untuk tambahan modal saya," bebernya.
Ia menjual sayur sejak 2000 silam. Bahan dagangannya juga sayuran segar yang biasa ia dapatkan di kebun dan kemudian di jual.
Menurutnya, jika mendapat bantuan, ia bisa menambah permodalan untuk jualan.
"Selama ini jualan dengan sepeda. Kami berharap ini dibuka kembali," bebernya.
Warga Hulu Sungai Tengah, yang enggan menyebutkan nama juga mengharapkan pendaftaran kembali dibuka.
Bahkan, ia bersedia menjadi relawan untuk mengumpulkan berkas agar warga tidak membludak.
"Tidak bisa katanya. Khawatir calo. Harus pendaftar yang masuk. Kami hanya berharap dapat dibuka kembali," bebernya. (Tribunkalteng.com/Eka Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/situasi-pendaftaran-bantaun-an.jpg)