Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Inilah Akses Terbaru dari Balai Jalan Nasional ke Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru

Akses di terminal baru bandara internasional Syamsudin Noor, memerlukan alternarif yang lebih cepat.

banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Lift terpampang di tengah tangga. Lift tersebut lebih dikhususkan kepada para disabilitas yang mau berangkat menggunakan terminal baru Bandara Syamsudin Noor. 

Editor: Edi  Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Akses di terminal baru bandara internasional Syamsudin Noor, memerlukan alternarif yang lebih cepat.

Sebab dari akses yang ada saat ini (linhgkar utara) warga memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk memutar ke arah utara bandara Syamsudin Noor.

Setidaknya dengan akses alternatif yang baru yang masih dirancang tersebut, diharapkan bisa mempercepat perjalanan para calon penumpang, dan akses pun perlu lebih ideal dan besar dari jalur A Yani.

Lokasi atau titik simpul ancang-ancang dalam akses alternatif ini adalah di seberang Asrama Haji Banjarbaru A Yani kilomter 23 Banjarbaru ditarik lurus ke arah utara menuju ke terminal baru bandara Syamsudin. Titik itu masih bisa bergeser karena masih belum fix ditentukan, dengan mempertimbangan studi lokasi dan aspek pembebasan lahan.

Baca juga: VIDEO XXI Banjarmasin Buka di Tengah Pandemi, Begini Tanggapan Pengunjung

Kepala Seksi (Kasi) keterpaduan pembangunan infrastruktur jalan (KPIJ) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI, Deddy Junaidi, ST. MT, membenarkan rencana akses alternatif tersebut dan kini masuk dalam tahap penggarapan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) termasuk masterplan oleh Provinsi Kalimantan Selatan.

"Balai Jalan dalam kaitan akses alternarif sepanjang 3 kilometer yang masih dalam tahap perencanaan ini adalah mengawal. Ketika barang itu jadi (FS, DED) jadi, maka tahun depan sudah bisa dilaksanakan pekerjaan," tandas Deddy Junaidi.

Namun dijelaskan Deddy, bisa saja tak terpenuhi atau molor penggarapan ketika FS dan DED tidak selesai.

Disebutkan Dedy Junaidi, Pemprov Kalsel sudah ada laporan antara yang Intinya membahas fs bukan analisa dampak lingkungan.

"Dijelaskan mereka jalan 3 kilometer ke bawah bukan amdal dipakai tapi memerlukan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL), sehingga dilaporkan bisa lebih cepat penggarapan FS yang ada," urai Dedy Junaidi.

Masih dijelaskan Dedy Junaidi, balai jalan sementara mengusulkan anggaran ke pusat (direktorat pembangun jalan kemen pu pr) Rp 80 miliar alokasi anggaran dengan konsep multi years untuk program akses alternatif menuju terminal baru Bandara Syamsudin Noor tersebut.

Direncana kasar, akses tersebut dirancang empat lajur dua arah.
"Minimal 3,5 per lajur, dengan median jalan 2,5 meter," urainya.

Dijelaskan dia, bahwa ditinjau dari kawasan keselamatan operasional penerbangan, diperlukan baris atau row 50 meter. "Untuk akses ini diusulkan 40 meter, sebab terkendala pembebasan lahan," urainya.

Sementara Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib, dihubungi Minggu (18/10/2020) membenarkan bawa akan ada rencana akses alternatif menuju terminal baru bandara internasional Syamsudin Noor.

"Saat ini memang masih FS dan DED," kata dia. (Tribunkalteng.com /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved