Breaking News:

Berita Kapuas

Mudahnya Penyebaran Informasi, ASN Kapuas Diminta Bijak dalam Menggunakan Medsos

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas diminta untuk bijak dalam menggunakan Media Sosial (Medsos) ap

Tribunkalteng.com/Fadly SR
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Septedy 

Editor: Edi  Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas diminta untuk bijak dalam menggunakan Media Sosial (Medsos) apalagi pada saat ini menjelang Pilkada 9 Desember 2020.

ASN juga harus lebih berhati-hati, terutama dalam memberikan tanggapan di konten kampanye digital pada salah satu pasangan calon meskipun hanya berupa tanda suka atau like.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Septedy, mengingatkan kepada semua pihak agar lebih bijak dan cerdas dalam menerima informasi yang menyangkut suatu masalah, khususnya jika hal tersebut ada dimedia sosial.

Baca juga: Bimtek Penginputan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah Digelar Disdik Kapuas

Menurutnya, ASN harus menjadi contoh yang baik dan menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak sembarangan menerima informasi dari yang belum jelas sumbernya atau informasi hoax.

Dikatakannya, sekarang ini dengan perkembangan zaman yang semakin modern, memudahkan masyarakat dalam menerima informasi yang tersebar luas.

"Untuk itu saya mengimbau kepada ASN agar dapat bijak dalam menggunakan medsosnya dalam kegiatan sehari-hari," ungkap Septedy, Senin (12/10/2020).

Kemudian, dirinya mengimbau ASN agar jangan sembarangan dalam membuat status maupun meneruskan postingan orang lain yang dapat menimbulkan masalah.

Seperti merusak persatuan dan persaudaraan hingga tercemarnya kewibawaan lembaga pemerintahan.

"Penggunaan medsos harus diiringi dengan etika komunikasi yang baik sebab di medsos ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk berbagi manfaat maupun informasi penting lainnya bahkan dapat juga menjalin persaudaraan," tambahnya.

Adapun etika komunikasi yang dimaksud seperti menggunakan sarana media sosial secara bijaksana, tidak membuat dan menyebarkan berita palsu (hoaks), fitnah, provokasi, radikalisme dan hal-hal bersifat negatif lainnya.

Terkait masa Pilkada yang sedang berlangsung, dirinya menegaskan agar para ASN dapat mematuhi aturan-aturan mengenai hal-hal apa saja yang termasuk ke dalam pelanggaran Netralitas ASN dalam Pilkada 2020.

Diantaranya ikut serta dalam kegiatan deklarasi bakal Calon Kepala Daerah, penggunaan foto dengan atribut PNS pada spanduk terkait pencalonan diri ASN yang bersangkutan hingga ucapan atau tindakan yang mengarahkan pihak lain untuk memilih salah satu bakal calon peserta Pilkada.(Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved