Breaking News:

Berita Palangkaraya

Banyak Lahan Mengering di Palangkaraya Polisi Giat Sosialisasi Larangan Membakar Lahan

Sejumlah lahan terbakar di pinggiran Jalan Tjilik Riwut arah Palangkaraya ke Kasongan Ibu Kota Kabupaten Katingan tampak terbakar dan dilakukan poli

Tribunkalteng.com / faturahman
Lahan kering yang banyak terlihat di pinggiran jalan trans kalimantan di Kalimantan Tengah seperti ini sangat rawan mengakibatkan kebakaran lahan gambut. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sejumlah lahan terbakar di pinggiran Jalan Tjilik Riwut arah Palangkaraya ke Kasongan Ibu Kota Kabupaten Katingan tampak terbakar dan dilakukan police line oleh petugas kepolisian setempat. Petugas pun makin gencar melakukan sosialisasi larangan membakar lahan.

Memasuki musim kemarau yang hingga, Senin (12/10/2020) masih berlangsung, lahan-lahan semak belukar yang ada di Kalimantan Tengah tampak mengering karena hujan sudah sangat jarang mengguyur Kota Palanngkaraya, Kalimantan Tengah dan kabupaten lainnya di Bumi Tambun Bungai.

Konidisi ini mengakibatkan, lahan-lahan semak belukar menjadi kering sehingga mudah terbakar.Apalagi laha yang ada dipinggiran jalan trans kalimantan seperti Jalan Tjilik Riwut arah Palangkaraya-Kasongan yang tampak banyak yang mengering bahkan sebagian tampak bekas terbakar.

Baca juga: Bawaslu Palangkaraya Segera Tertibkan Alat Peraga Bukan APK KPU

Mengantisipasi kebakaran lahan tersebut, pihak Kepolisian Resor Kota Palangkaraya bersama polsek jajarannya semakin gencar untuk menyambangi masyarakatbdengan menyampaikan larangan membakar hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau ini agar tidak terjadi kebakaran sporadis yang bisa memunculkan kabut asap.

Bhabinkamtibmas Polsek Bukitrbatu, Bripka Mulyadi yang kawasannya ada di Jalan Tjilik Riwut arah Palangkaraya-Kasongan pun aktif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar lahan selama musim kemarau seperti sekarang ini.

Saat menyambangi waga di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukitratu, Kota Palangkaraya dia berdialog dan mensosialisasikan maklumat Kapolda Kalimantan Tengah tentang larangan karhutla kepada warga yang memiliki lahan kosong yang ada di kelurahan tersebut.

Selain itu juga mengimbau agar waega tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar, karena hal tersebutlah bisa memicu terjadinya karhutla dan berdampak pada munculnya bencana kabut asap dan kerusakan alam."Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun kebun, karena ada sanksi hukum bila itu dilakukan," ungkapnya. (Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved