Breaking News:

Jembatan Gantung Desa Sungsum Ambrukl

Jembatan Gantung di Desa Sungsum Balangan Kalsel Ambruk, Usaha Pertanian Tersendat

Patahnya tiang penyangga tali jembatan gantung di Desa Sungsum, RT 3, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan membuat jembatan ambruk.

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/isti rohayanti
Warga Desa Sungsum, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, melintasi jembatan ambruk yang menghubungkan desa ke tempat usaha tani warga 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Patahnya tiang penyangga tali jembatan gantung di Desa Sungsum, RT 3, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan membuat jembatan ambruk. Kini, jembatan yang merupakan penghubung ke usaha pertanian warga itu tak lagi bisa dilintasi.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, Rabu (7/10/2020), kondisi jembatan sudah tak layak dilewati. Namun rupanya ada saja warga yang masih melintas. Terutama mereka yang berjalan kaki.

Satu tali penyangga jembatan gantung tak lagi menahan beban dari bagian jembatan lainnya. Meski tak jatuh secara keseluruhan dan ditopang satu bagian yang masih utuh, kondisi jembatan sudah tak layak untuk dilewati. Apalagi kendaraan roda dua.

SPBU di Kapuh Barabai Kalsel Dirampok, Alami Kerugian Hingga Rp 80 Juta

Kerusakan jembatan gantung itu rupanya terjadi pada Senin (28/9/2020). Dimana pada hari yang sama, peninjauan juga telah dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Balangan. Hanya saja kondisi sebelumnya masih jembatan yang belum begitu miring.

Disampaikan oleh Kepala Desa Sungsum, Aidi Rusman, sudah beberapa kali pihaknya mengajukan perbaikan pada kondisi jembatan tersebut. Namun belum ada tindak lanjut dari instansi terkait. Lantas, adanya insiden kali ini, membuat PUPR Kabupaten Balangan bertindak cepat.

Sepengetahuan Aidi, dana telah dianggarkan untuk perbaikan jembatan. Tukang pun rencananya akan mulai melakukan pengerjaan.

Jembatan gantung yang ambruk dibangun pada Tahun 2020. Sejak saat itu, belum pernah ada renovasi pada tiap bagiannya. Melihat kondisi jembatan yang sudah dianggap tua pun membuat pihak desa cepat-cepat ingin memperbaiki.

Apalagi jembatan ini menjadi satu-satunya akses warga setempat.

"Memang ada jalan lain, tapi jauh dan harus memutar," ungkapnya.

Sebut Aidi, hampir 85 persen warga terdampak karena ambruknya jembatan. Mereka terkendala untuk melintas ke kebun karet dan kebun lainnya. Padahal, mata pencarian warga bergantung pada hasil karet dan usaha tani yang berada di seberang sungai dan harus melewati jembatan tersebut.

"Masyarakat yang melewati akses jembatan ini saya perkirakan sekitar 85 persen. Jadi mata pencaharian mereka terganggu," jelas Aidi.

Lantas, ia pun berharap, ke depan pihak PUPR lebih intens untuk meninjau atau memeriksa fasilitas pembangunan yang menjadi aset pemerintah kabupaten.

Jembatan ambruk di Desa Sungsum juga tak lepas dari perhatian Babinsa Koramil Awayan. Bersama Kepala Desa Sungsum, keduanya meninjau jembatan yang kini juga digunakan sebagai tempat bermain anak-anak setempat. (Tribunkalteng.com/isti rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved