Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pangkalan Gas Melon Ini 'Digrebek' Anggota Polda Kalsel Karena Jual LPG 3 Kg ke Rumah Makan

Petugas Unit 1 Subdit 1 Tipid Indagsi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Kalsel terus melakukan pengawasan terhadap para pangkalan penjual g

Foto Humas Polda Kalsel
Petugas saat melakukan penindakan gas LPG yang dijual di atas HET ke rumah makan dan pangkalan 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Petugas Unit 1 Subdit 1 Tipid Indagsi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Kalsel terus melakukan pengawasan terhadap para pangkalan penjual gas subsidi LPG 3 kilo atau melon agar selalu menjual gas nya sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Meski sudah ada warning dari petugas ternyata satu pangkalan Gas kedapatan menjual LPG 3 Kg ke rumah makan dan akhirnya pada Jumat (2:10/2020) sore digerebek petugas.

Info didapat pada Jumat (2/10/2020) sekitar pukul 16:20 Wita di rumah makan Denai di Jalan Pangeran Antasari Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur dilakukan penindakan terhadap pelaku usaha yang memperdagangkan LPG 3 KG bersubsidi.

Terlibat Peredaran Sabu, Dua Warga Angsau Tanahlaut Kalsel Ini Dicokok Petugas

Petugas pun menelusurinya ternyata gas tersebut didapat dari LS selaku anak dari Pemilik Pangkalan LPG 3 Kg Kios Lily di beralamat di Jalan Kampung Melayu Darat Gang 3 Kelurahan Melayu Kecamatan Banjarmasin Tengah .

Dimana diduga ia memperdagangkan LPG 3 Kg bersubsidi itu ke konsumen rumah makan Denai di di Jalan Pangeran Antasari Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur dengan harga Rp 23 ribu.

Kabid Humas Kombes M Rifai yang dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2020) pagi membenarkan penindakan yang dilakukan petugas Reskrimsus Polda Kalsel di lapangam.

Adapun barang bukti pihaknya temukan yakni dari LS berupa sepeda motor roda dua merek Honda Supra warna Hitam No.Pol DA 2241 VY , jarung Keranjang sebanyak 1 (satu) buah, LPG 3 kg bersubsidi (isi) sebanyak 168 (seratus enam puluh delapan) tabung, LPG 3 kg bersubsidi (kosong) sebanyak 100 (seratus) tabung.

Selanjutnya, spanduk Harga HET sebanyak 1 (satu) Lembar, log book penyaluran LPG 3 Kg bulan Januari 2020 sebanyak 1 (satu) bundel, log book Ppenyaluran LPG 3 Kg bulan Pebruari 2020 sebanyak 1 (satu) bundel, log book Penyaluran LPG 3 Kg bulan Maret 2020 sebanyak 1 (satu) bundel, log book penyaluran LPG 3 Kg bulan April 2020 sebanyak 1 (satu) bundel dan hingga log book Penyaluran LPG 3 Kg bulan Agustus 2020 sebanyak 1 (satu) bundel.

'Kemudian dari saksi Andrianto yang merupakan pemilik rumah makan berupa LPG 3 kg bersubsidi (Isi) sebanyak 10 (sepuluh) tabung," papar Rifai seraya menghimbau agar para agen, pangkalan menjual Gas bersubsidi sesuai peraturan atau HET yang berlaku. (Tribunkalteng.com/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved