Breaking News:

Berita Tala Kalsel

Pabrik Baru Sawit di Tala Kalsel Butuhkan Puluhan Karyawan, Prioritaskan Warga Lokal

Bursa kerja di tengah pandemi corona virus diseases (covid-19) saat ini memang teramat terbatas mengingat masih terpuruknya detak perekonomian gbobal

tribunkalteng.com/iddda royani
Sejumlah pencaker mengurus AK 1 di kantor Disnaker Tala, beberapa hari lalu. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Bursa kerja di tengah pandemi corona virus diseases (covid-19) saat ini memang teramat terbatas mengingat masih terpuruknya detak perekonomian gbobal maupun lokal.

Karena itu pula bursa kerja yang dibuka manajemen pabrik kelapa sawit (PKS) crude palm oil (CPO) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), langsung diserbu para pencari kerja (pencaker).

Hal itu terindikasi dari ramainya pencaker yang mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari. Mereka mengurus surat keterangan sebagai pencaker atau yang kerap disebut AK1.

"Mudah-mudahan saja nanti anak saya diterima masuk kerja di pabrik sawit itu. Sudah lulus kuliah tahun lalu tapi belum dapat kerja juga hingga sekarang,' ucap Suyono, warga Pelaihari, Senin (29/9/2020).

Bapak tiga anak ini mengaku beban hidup saat ini terasa berat karena penghasilan menurun drastis sejak adanya wabah corona. Apalagi dirinya cuma pekerja bangunan yang selama ini banyak mengerjakan proyek bangunan pemerintah.

"Proyek-proyek pemerintah kan tersendat sejak adanya corona, sedikit banget proyek bangunan yang jalan. Karena itu berharap banget anak bisa dapat pekerjaan supaya dapat bantu-bantu meringankan beban orangtua," tandasnya.

Kepala Disnakerind Tala Masturi ketika dikonfimasi membenarkan adanya lonjakan pencaker yang berurusan di kantornya.

Langgar Protokol Kesehatan, Acara Kuda Lumping di Palangkaraya Dihentikan Satgas Covid 19

"Sejak sekitar Rabu kemarin memang cukup banyak pencaker yang mengurus AK 1 di kantor kami," ucapnya.

Berdasar data sementara yang tercatat, sebutnya, sehari jumlah pencaker yang mengurus AK 1 mencapai seratusan orang. Sebagian besar pencaker tersebut ingin melamar bekerja di PKS baru yang berada di Desa Tajaumulya, Kecamatan Batuampar.

Dikatakannya, pabrik sawit tersebut dibangun oleh koperasi petani sawit Tala bekerjasama dengan PT Batu Gunung Mulia Putra Agung (BGMPA) dari Kabupaten Tapin.

Kiprah koperasi petani sawit tersebut menjadi percontohan nasional karena dinilai eksis dan melakukan gebrakan luar biasa dengan membangun pabrik sawit menggandeng investor lokal yang cukup ternama.

Masturi menuturkan pada tahap awal saat ini pabrik kelapa sawit tersebut membutuhkan 53 karyawan untuk menempati 25 posisi jabatan. Persaingan antarpencaker bakal cukup ketat mengingat jumlah pelamar berlipat ganda.

"Tanggal 5 Oktober nanti lamarannya ditutup dan saat itu juga kami akan melakukan pendampingan guna memastikan adanya prioritas terhadap pencaker lokal," tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk rekrutmen karyawan lowskill akan diutamakan dari warga sekitar pabrik. Hal itu juga telah menjadi komitmen manajemen pabrik kelapa sawit tersebut.
(tribunkalteng.com/iddda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved