Hobi

Aturan Keselamatan Pesepeda: Ini 7 Kelengkapan Wajib Bagi Pemilik Sepeda

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan baru saja mengeluarkan peraturan mengenai keselamatan pesepeda.

Editor: Rahmadhani
BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO
Ilustrasi - Petugas Satpol PP bersepeda untuk pantau pengunjung dan juga pedagang supaya menaati aturan, di kawasan Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Rabu (5/8/2020). 

TRIBUNKALTENG.COM - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan baru saja mengeluarkan peraturan mengenai keselamatan pesepeda.

Peraturan mengenai keselamatan pesepeda tertuang dalam peraturan Nomor PM 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di jalan resmi.

Menteri Perhubungan ( Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan mengeluarkan peraturan Keselamatan Pesepeda di jalan resmi untuk mewujudkan tertib berlalu lintas dan menjamin keselamatan penggunaan sepeda di jalan.

Ada beberapa aspek utama yang diatur salah satunya persyaratan teknis sepeda dimana sepeda digolongkan menjadi dua kategori yakni sepeda untuk kepentingan umum dan kepentingan olahraga.

Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19, Langsung Lakukan Isolasi Mandiri

Abaikan Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Palangkaraya Terjaring Operasi Yustisi

Kalau untuk kepentingan umum dapat digunakan sehari-hari oleh masyarakat.

"Ke depannya kami mengharapkan bahwa sepeda ini dapat digunakan untuk kepentingan sehari-hari masyarakat seperti ke sekolah, kantor, pasar, atau ke mall," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangannya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2020).

Ada tujuh jenis persyaratan keselamatan yang harus dipenuhi pesepeda saat di jalan yaitu, spakbor, bel, sistem rem, lampu, alat pemantul cahaya berwarna merah, alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, dan pedal.

Dalam PM 59/2020 disebutkan bahwa penggunaan spakbor dikecualikan untuk jenis sepeda balap, sepeda gunung, dan jenis sepeda lain.

Foto Menkeu Sri Mulyani bersama suaminya, Tonny Sumartono, pada kegiatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) Tahun 2017.
Foto Menkeu Sri Mulyani bersama suaminya, Tonny Sumartono, pada kegiatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) Tahun 2017. (Twitter: @IlhamMWijaya)

Untuk penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya juga disebutkan harus dipasang pada malam hari dan dalam kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, atau saat hujan lebat, berada di terowongan, atau pada saat kondisi jalanan berkabut.

“Saat berkendara di jalan terutama malam hari para pesepeda harus menyalakan lampu dan menggunakan pakaian maupun atribut yang memantulkan cahaya," kata Budi.

"Jangan lupa harus menggunakan alas kaki atau sepatu serta yang penting juga yaitu memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas, serta menggunakan helm untuk pesepeda,” kata dia lagi.

Lebih lanjut lagi, Budi menjelaskan, pemerintah berharap pada pengelola gedung, sekolah, kantor, dapat menyediakan tempat parkir sepeda di masing-masing gedung sehingga nantinya ada perubahan kebiasaan masyarakat kita dari yang biasanya menggunakan sepeda motor jadi menggunakan sepeda.

Mengenai lokasi parkir, dalam PM 59/2020 ini dituliskan bahwa fasilitas parkir umum untuk sepeda dapat berupa lokasi yang mudah diakses, aman, dan tidak mengganggu arus pejalan kaki serta terdapat rak, tiang, atau sandaran yang memungkinkan bagi sepeda untuk dikunci atau digembok.

Selain itu, dijabarkan juga dalam regulasi ini jika parkir umum untuk sepeda harus disediakan oleh setiap penyelenggara fasilitas umum seperti simpul transportasi, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan tempat ibadah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved