Breaking News:

Berita Palangkaraya

Stunting Kalteng Masuk Sepuluh Tertinggi di Indonesia, Sekda Ingatkan Ini

Penderita Stunting (gagal tumbuh) pada anak di Kalteng termasuk sepuluh tertinggi di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas 2018 Prevalensi Stunting Ka

tribukalteng.com / faturahman
Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penderita Stunting (gagal tumbuh) pada anak di Kalteng termasuk sepuluh tertinggi di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas 2018 Prevalensi Stunting Kabupaten dan Kota di Kalteng di atas rata-rata nasional.

Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri, Rabu (16/9/2020) saat membuka kegiatan Penilaian Kinerja Kabupaten dan Kota dalam Pelaksanaan KP2S (Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting) Kalteng Tahun 2020 dilaksanakan di Aula Serba Guna Bappedalitbang di Palangkaraya.

Fahrizal, menjelaskan saat ini Kalteng untuk tingkat Prevalensi Stunting diatas rata-rata nasional, hasil Riskesdas 2018 di dapat prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Kotawaringin Timur (48,84 persen) dan terendah di kabupaten Seruyan (21,8 persen).

Tak Bisa Tunjukan Dokumen, 12 Pengendara Sepeda Motor Terjaring Razia di Paringin Balangan Kalsel

Tak Pakai Masker, Suryandi Kena Push Up Lima Kali

Sedangkan dari hasil Studi Status Gizi Balita (SSGBI) tahun 2019 didapat bahwa prevalensi stunting tertinggi ada di Kabupaten Kapuas (42,37 persen) dan terendah di kabupaten Murungraya (17,45 persen).

Dia mengatakan, permasalahan stunting di kabupaten dan kota, secara khusus sebagai lokus prioritas yang dinyatakan cukup tinggi tingkat stuntingnya.

"Ini jangan dianggap sebagai suatu aib atau kegagalan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pelayanan sosial dasar, namun terjadinya stunting disebabkan kurangnya penanganan gizi spesifik dan gizi sensitif disebabkan faktor kemiskinan, perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian asupan gizi yang belum cukup kepada ibu hamil dan anak balita dan sebagainya", ujarnya.

Dia berharap, penilaian kinerja tahunan ini diharapkan menjadi ajang pembelajaran dan daya saing yang dapat memberikan motivasi Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk meningkatkan kinerjanya dalam penanganan stunting. (tribukalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved