Breaking News:

Wabah Corona Kalsel

Zona Hijau Ada di 29 Kelurahan, Wali Kota Nyatakan Belajar Tatap Muka Akan Dievaluasi Oktober Ini

Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Banjarmasin, kelurahan yang ditetapkan sebagai zona hijau Covid-19 semakin mendominasi.

Penulis: Frans | Editor: edi_nugroho
banjarmasinpost.co.id/ahmad rahman
ilustrasi: Para siswa yang tidak memiliki ponsel sedang belajar daring di ruang Multimedia SMPN 20. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Banjarmasin, kelurahan yang ditetapkan sebagai zona hijau Covid-19 semakin mendominasi.

Setidaknya dari total 2 kelurahan yang ada, sekitar 29 kelurahan yang dinyatakan sebagai zona hijau, kemudian zona kuning ada sembilan dan zona merah sebanyak 14.

Meskipun demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tetap tidak menganjurkan siswa untuk melakukan belajar secara tatap muka.

Untuk itulah, siswa pun dipastikan masih akan tetap menjalankan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau secara daring.

Sikapi PSBB DKI Jakarta, Wali Kota Banjarmasin Kalsel Enggan Kembali Menerapkan PSBB

Mau ke Wisata Dadakan Riam Batu Ampar Tabalong Kalsel, Ini yang Harus Dipatuhi

Ovi Sovianti Pernah Terima Honor Rp 500 Ribu, Pasca Berpisah Dari Pamela Safitri dan Duo Serigala

Dan terkait dengan hal ini, Wali Kota Banjarmasin yakni H Ibnu Sina menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi.

"Untuk sekolah, akan kami evaluasi pada Oktober nanti. Sesuai dengan SE dari Dinas Pendidikan (Disdik). Apakah memungkinkan untuk tatap muka sesegeranya di bulan Oktober atau November nanti," katanya.

Memang diakui Ibnu Sina, saat ini di Banjarmasin sudah didominasi oleh zona hijau namun menurutnya hal ini tetap harus memerlukan sebuah kajian untuk menentukan apakah siswa boleh belajar secara tatap muka dan tidak.

"Memang ketentuan umumnya kan kalau sudah zona hijau boleh. Tapi kami ingin evaluasi terlebih dahulu, apakah memungkinkan atau tidak," jelasnya.

Apabila nantinya memang belajar secara tatap muka masih belum bisa dilaksanakan, maka Ibnu pun mengisyaratkan bahwa kemungkinan tercepat dilaksanakan pada awal 2021.

"Kalau misalnya dianggap masih belum, ya berarti kita ikut dari Mendiknas bahwa nanti di awal tahun 2021 baru ada belajar secara tatap muka," pungkasnya. (Tribunkalteng.com/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved