Breaking News:

Berita Kapuas

Penjualan Menurun Pasca Pandemi Covid-19, Ini Harapan Pembudidaya Ikan di Kapuas

Pandemi Covid-19, hasil budidaya ikan cenderung menurun. Terutama dari segi penjualan, baik di dalam kota maupun pengiriman ke luar kota.

Foto Ponpes Babussalam
Budidaya ikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Kota Kualakapuas, Kalteng. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Pandemi Covid-19, hasil budidaya ikan cenderung menurun. Terutama dari segi penjualan, baik di dalam kota maupun pengiriman ke luar kota.

Itulah yang dirasakan Kurnain, salah satu pengelola pembudidayaan perikanan di Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam Kota Kualakapuas.

"Sebelum adanya pandemi, biasanya ada saja pembeli membeli dalam jumlah banyak, namun sekarang kurang," katanya, Rabu (9/9/2020).

Budidaya ikan di Ponpes Babussalam sudah dimulai dari tahun 2013. Kolam tanah hingga sistem bioflok.

Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya Bakal Miliki Gedung Paviliun VVIP

Brimob Diturunkan Awasi Objek Vital Lokasi Tahapan Pilkada Kalteng

Sejak 2017, budidaya ikan di lokasi ini menerima bantuan dari Pemerintah. Ikan yang dibudidayakan diantaranya patin, nila, lele hingga papuyu.

"Untuk keuntungan dalam budidaya ikan ini cukup bervariasi tergantung harga, jenis dan ukuran ikan tersebut," ujarnya.

Lalu, terkait harga, sebelum dan sesudah pandemi masih sama, kisaran Rp 15 ribu perkilogram untuk ikan patin.

"Pembelian ikan bisa langsung datang ke sini dan bisa juga diantar langsung," bebernya.

Dengan adanya dampak pandemi, ia pun berharap kepada pemerintah agar bisa membantu pemasaran ikan.

"Saya berharap Pemerintah Kapuas dapat mendukung budidaya ikan ini dalam hal pemasaran, baik di dalam maupun di luar daerah sehingga harga jual bisa lebih naik," pungkasnya.
(Tribunkalteng.com/Fadly Setia Rahman)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved