Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

KPU Kalsel Tegaskan Tak Persoalkan Hasil Swab Bakal Calon Kepala Daerah

Sebanyak 8 bakal pasangan calon peserta Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel tertunda menjalani pemeriksaan kesehatan karena terdeteksi mengidap Covi

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody
Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji usai menerima pendaftaran dua Bapaslon Pilgub Kalsel Tahun 2020 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 8 bakal pasangan calon peserta Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel tertunda menjalani pemeriksaan kesehatan karena terdeteksi mengidap Covid-19.

Dimana 4 diantaranya dinyatakan positif mengidap Covid-19 setelah melalui pemeriksaan swab di RSUD Ulin Banjarmasin, Minggu (6/9/2020).

"Yang ditunda kan 8 orang, karena tim dokter tidak melanjutkan dan menunda pemeriksaan bakal calon yang hasil swabnya positif. Kalau pemeriksaan swab yang hari kedua dan hari ketiga semua negatif," kata Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (9/9/2020).

Meski demikian, Sarmuji menegaskan hasil pemeriksaan swab baik positif atau negatif mengidap Covid-19 seorang bakal calon tidak menjadi perihal yang dipersoalkan oleh KPU.

Lakukan Pembinaan Guru dan TU di MTsN 2 Kapuas, Ini Pesan Pengawas Madrasah

Jakob Oetama Tutup Usia, Rusdi Effendy Kehilangan Sosok Sahabat

Pasalnya hal tersebut bukan menjadi syarat berlanjut atau tidaknya pencalonan seorang bakal calon dalam Pilkada.

Ditegaskannya, yang menjadi pegangan bagi KPU menentukan bakal pasangan calon memenuhi syarat atau tidak adalah surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh Tim Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Peserta Pilkada di Kalsel Tahun 2020 yang sudah ditunjuk oleh KPU.

Dimana pada Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel ini, KPU menunjuk RSUD Ulin Banjarmasin bersama IDI Kalsel, HIMPSI Kalsel dan BNN untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Yang jadi acuan kami itu hasil pemeriksaan tim dokter. Kami tidak mempersoalkan dari mana dari mana (hasil swab). Yang penting ada pemeriksaan kesehatan dari tim dokter yang sudah ditunjuk, dilaksanakan, keluar keterangan sehat jasmani rohani dan bebas narkoba, kami no problem," kata Sarmuji.

Sebelumnya juga dijelaskan oleh Komisioner KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah, dalam pemeriksaan kesehatan, ada tiga aspek penting yang diperiksa dan menjadi penilaian utama oleh tim pemeriksa kesehatan apakah Bapaslon bisa melanjutkan pencalonannya atau tidak.

Pertama yaitu pemeriksaan kesehatan medik, fisik dan psikiatri yang mengevaluasi terkait disabilitas medik kesehatan jiwa dan diaabilitas medik jasmani.

Kedua yaitu aspek kesehatan psikologi, yaitu memeriksa apakah bakal calon memiliki intelegensi yang baik, mampu mengendalikan diri, memiliki harapan hidup dan kapasitas untuk mencapai tujuan hidup sebaik mungkin.

Lalu bakal calon juga dievaluasi apakah mampu memanfaatkan potensi dan energi untuk bekerja baik serta mempunyai sikap yang sesuai norma dan pola hidup masyarakat sehingga relasi interpersonal dan sosialnya baik.

Aspek ketiga yaitu terkait psikotropika, dimana bakal calon melalui tes urine dan bisa lolos jika hasilnya bebas dari narkotika dan psikotropika.

"Ini lah yang akan dinilai oleh tim dokter. Itu syarat yang bersangkutan dianggap sehat atau tidak sehat," kata Edy. (Tribunkalteng.com/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved