Berita Kalsel

Rahasia Lezatnya Bubur Asyura Bikinan Warga Sungaibaru, Ada 41 Macam Rempah dan Sayur

Warga Sungai Baru Banjarmasin kembali merayakan hari Asyura dengan membuat bubur Asyura. Ternyata, tradisi ini sudah berlangsung tiga generasi

Penulis: Jumadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Tradisi Bubur Asyura di Kelurahan Sungai Bar, Banjarmasin sudah berlangsung tiga generasi. 

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Setiap tahun warga di RT 1, 2 dan RT 3, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin tak pernah absen membuat bubur Asyura menyambut 10 Muharam.

Demikian pula, pada peringatan 10 Muharam 1442 ini. Mereka juga kembali membuat bubur asyura yang telah menjadi tradisi di lingkungan RT setempat.

Setiap kali membuat bubur Asyura, jumlahnya tak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 2 blek beras. Sedangkan lauk atau ikannya ada dua macam, yaitu daging dan ayam.

Bubur olahan mereka dicampur dengan 41 macam rempah serta sayur-sayuran, maka selain bergizi, juga rasanya bertambah lezat.

Mewujudkan Impian Rasulullah Jalankan Puasa Tasua & Asyura Muharram 2020, Jumat-Sabtu, 28-29 Agustus

Ricuh Peringatan Hari Asyura di Karbala Irak, Lebih 30 Peziarah Tewas

Seperti yang terpantau pada Sabtu (29/8/2020) siang, belasan ibu-ibu ada yang mengupas bawang, memotong sayur maupun memotong daging dan ayam.

Gusti Elok, salah satu yang ikut mengolah bubur Asyura mengatakan, di bawah tahun 1970, dulunya Sungai Baru disebut sebagai Kampung Sirap.

Mengapa disebut Kampung Sirap sebab tempat itu dulunya digunakan sebagai tempat pengolahan sirap (atap rumah, khas Banjar) dengan bahan dasar ulin.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, nama kampung sirap berubah menjadi Kampung Ketupat hingga sekarang. Karena ada pengusuran di tepian Sungai Martapura, maka sebagian penduduk asli Sungai Baru pindah. Tetapi masih banyak yang tinggal di sekitar Sungai Baru.

Dikatakannya, pengolahan bubur Asyura dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram adalah rutin dilakukan di Sungai Baru. Dan sekarang ini mereka yang mengolah bubur Asyura adalah generasi ketiga.

"Walau kami sebagian tak tinggal lagi di sini, tetapi membuat bubur Asyura tetap dilakukan di Sungai Baru. Kami melaksanakan tradisi generasi sebelumnya,"terang Gusti Elok.

Nantinya setelah masak, maka bubur-bubur ini akan dibagikan ke warga sekitar. Tetapi ada juga yang datang dengan membawa rantang plastik.

Sementara itu warga kawasan Perumnas Bumi Lingkar Basirih, tepatnya Jalan Garuda RT11, Kelurahan Basirih Selatan Banjar Selatan Banjarmasin juga membuat bubur Asyura.

Tempat ini juga rutin membuat bubur yang sama pada setiap tanggal 10 Muharam. Sebanyak 12 liter beras mereka buat dan dilakukan bersama-sama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved