Kriminalitas Sampit

Bocah Korban Penganiayan di Kotim Perlu Penanganan Serius, Dirujuk ke RS di Palangkaraya

Bocah korban penganiayaan di Kabupaten Kotim dirujuk ke RS Betang Pambelum di Kota Palangkaraya untuk perawatan dan pengobatan lanjutan.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
TRIBUN KALTENG/FATURAHMAN
Petugas Polres Kotawaringin Timur (Kotim), mengawal dan mengantar bocah korban penganiayaan, LS (6), ke rumah sakit rujukan di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng ), Rabu (26/8/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Pihak Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, membantu perawatan lebih lanjut terhadap bocah korban penganiyaan yang menjadi perhatian besar masyarakat.

Telah diberitakan sebelumnya, bocah LS (6) warga Kecamatan Baamang, Kota Sampit, Kabupaten Kotim, ini menderita banyak luka akibat dipukul. Bahkan tulang tanganya patah.

Ternyata, bocah tersebut dipukul, diinjak dan diplintir tangan sehingga patah. Rupanya, pelaku adalah ibu kandungnya sendiri, Yati (25), dan pacarnya, Anto (26).

Sang bocah ditemukan warga di sebuah warung, kemudian dibawa ke RSUD dr Murjani, Sampit. Kemudian viral, terutama di masyarakat Kabupaten Kotim.

Sedangkan ibunya, Yati, dan pacarnya, Anto, diamankan Satlantas Polresta Palangkaraya saat hendak ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Petugas mengenali dari fotonya yang viral, terkait bocah itu. Keduanya dijemput dan kini mendekam di tahanan Polrses Kotim.

Bocah Lima Tahun Dianiaya dan Ditinggalkan Orangtuanya di Warung di Sampit Kalteng

Ibu Kandung dan Pacarnya Siksa Bocah di Sampit, Pelipis Robek dan Tulang Patah

Bocah Teraniaya, Satreskrim Polres Kotim Jemput Ibu Korban di Polresta Palangkaraya

Bocah Korban Penganiayaan Sebut Pacar Ibu Ikut Mukul, Ini Upaya DP3AP2KB Kotim

Untuk rumah sakit rujukan sang bocah adalah RS Betang Pambelum di Jalan Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya.

Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, menjelaskan, proses penyidikan terhadap Yati dan Anto, tetap dilakukan.

Pihaknya juga memfokuskan pengobatan dan pemulihan pada sang bocah, LS, agar tidak trauma berkepanjangan atas perlakuan kejam yang telah dialami. 

"Korban mengalami defragsi tulang lengan kirinya, sehingga memerlukan penanganan serius," ujar Kapolres Kotim.

Karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Sampit, sehingga untuk pengobatan bocah itu dilakukan di Palangkaraya.

Korban didampingi petugas medis dari Dokkes Polres Kotim, besama kakek, bibi dan saudara sepupunya untuk menemani selama dirawat di RS Betang Pambelum, Palangkaraya. Mereka naik ambulans Polres Kotim.

Pantauan di Sampit, lengan korban malang itu masih terbungkus perban. Dibimbing kakeknya dan petugas Urusan Dokkes Polres Kotim menuju ke ambulans Polres Kotim.

Merka berpamitan kepada orang-orang yang melepas keberangkatan, sambil melambaikan tangan, serta minta doa untuk kesembuhannya.

Menuju Palangkaraya, bocah korban penganiayaan ini didampingi petugas dokkes Polres Kotim, perwakilan LSM Lentera dan DP3APPKB Kabupaten Kotim

(Tribun Kalteng/Faturahman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved