Breaking News:

Kriminalitas Kapuas

VIDEO Pelaku Sodomi Beraksi Sejak 2014, Polres Kapuas Cari Para Korban

Polres Kapuas, Kalteng, masih mendata dan mencari para korbannya karena sebagaimana pengakuan pelaku jumlahnya 20 anak.

TRIBUN KALTENG/FADLY SETIA RAHMAN
Pelaku sodomi 20 anak, Sp alias Us (baju kuning), memberi pengakuan kepada Kapolres Kapuas, AKBP Manang Soebeti, Selasa (18/8/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Pengungkapan kasus sodomi terhadap 20 anak yang dilakukan Sp alias Us (39), dirilis Kapolres Kapuas, AKBP Manang Soebeti, didampingi Kasatreskrim, AKP Tri Wibowo, dan Kapolsek Kapuas Barat, Ipda Eko Basuki Trimortiono, Selasa (18/8/2020).

"Kami merilis kasus pencabulan terhadap anak, korbannya semua laki-laki, usia sekolah dasar," kata AKBP Manang Soebeti.

Dilanjutkannya, sampai saat ini Polres Kapuas masih mendata para korbannya. "Sebagaimana pengakuan pelaku, korbannya kurang lebih hampir 20 orang anak," ujarnya.

Polres Kapuas pun masih melakukan pengembangan terhadap kasus sodomi anak itu. "Kami masih mencari keberadaan anak-anak yang diperkirakan menjadi korban, sehingga bisa dilakukan rehabilitasi terhadap para korban tersebut," ujarnya. 

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 82 UU nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Perlindungan Anak. "Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," beber Kapolres.

Pedofil di Kapuas Kalteng Ditangkap Polisi, Pelaku Sodomi 20 Bocah Laki-laki

Terungkap Kasus Sodomi di Kapuas Kalteng dari Sini, Korban Alami Kerusakan Anus

Diketahui, perbuatan sodomi dilakukan pelaku sejak 2014. Begitulah hasil penyidikan sementara. Dia mengaku merayu anak-anak yang jadi korbannya dengan iming-iming memberi uang.

"Pelaku ini merayu anak laki-laki, khususnya anak dari keluarga kurang mampu," imbuh AKBP Manang Soebeti.

Kemudian, anak anak itu diajak tinggal di rumah pelaku. "Dibiayai, dikasih uang, dengan alasan juga rumah pelaku ini dekat dengan sekolah," tambahnya.

Hal itu diperkirakan membuat keluarga percaya mempercayakan anak-anak itu, kepada pelaku. Di rumahnya itu, pelaku tinggal sendiri. Di rumah itulah, anak-anak tersebut disodomi..

Halaman
12
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved