Breaking News:

HUT Kemerdekaan Indonesia

KRONIK Jelang Detik-detik Proklamasi HUT ke-75 RI: Peristiwa Rengasdengklok & Soal Teks Proklamasi

Berikut kilas sejarah sebelum detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Ir Soekarno menjadi bagian dari Sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Kompas/JB Suratno
Bung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam) Jumat siang. Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - HUT ke-75 Kemerdekaan RI sehari lagi diperingati atau pada Senin (17/8/2020).

Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati tiap 17 Agustus merupakan satu tonggak sejarah bangsa yang lengkap dengan peristiwa di dalamnya

Satu di antaranya adalah kronik sebelum terjadi pembacaan Proklamasi oleh Ir Soekarno yang menjadi bagian dari Sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Berikut Tribunnewswiki.com sajikan kronik sejarah jelang proklamasi kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945:

Apa yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945?

UPDATE Corona Dunia 16 Agustus: Brazil Ada 40.000 Lebih Kasus Baru & 21,5 Juta Positif Covid-19

LIVE Streaming SCTV & Vidio.com Semifinal Liga Europa, Big Match Sevilla vs Man United Malam Ini

Jadwal Semifinal Liga Champions Leipzig Vs PSG & Lyon Vs Bayern, Live SCTV dan Vidio.com

Rumah millik Djiauw Kee Siong di Kampung Bojong, Rengasdengklok-Jawa Barat, menjadi tempat bersejarah karena sempat menampung Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945, setelah kedua pimpinan negara itu diculik beberapa pemuda pejuang.
Rumah millik Djiauw Kee Siong di Kampung Bojong, Rengasdengklok-Jawa Barat, menjadi tempat bersejarah karena sempat menampung Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945, setelah kedua pimpinan negara itu diculik beberapa pemuda pejuang. (Kompas/IMAN NUR ROSYADI)

Tanggal 15 Agustus 1945, terjadi desakan serta ancaman oleh kalangan pemuda dan mahasiswa agar proklamasi segera dilakukan tanpa campur tangan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Seorang tokoh pemuda, yaitu Wikana sempat mengancam Soekarno akan ada pertumpahan darah apabila proklamasi tidak segera dilaksanakan.

Kendati dipaksa, Soekarno tetap teguh dengan pendiriannya untuk melaporkan proklamasi kemerdekaan dalam rapat PPKI.

Soekarno, Hatta, dan Subardjo sempat melakukan konfirmasi berita kekalahan Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 ke Laksamana Maeda.

Namun karena Maeda belum percaya sepenuhnya maka pada tanggal 16 Agustus 1945 di tempat lain para pemuda telah menghasilkan suatu keputusan untuk dilaksanakan.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved