Breaking News:

Berita Nasional

Akhirnya Kemendikbud & Satgasnas Covid-19 Bolehkan Sekolah Tatap Muka, Pemda Diminta Mengawasi

Akhirnya Kemendikbud & Satgasnas Covid-19 Bolehkan Sekolah Tatap Muka, Pemda Diminta Mengawasi

Editor: rendy nicko
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Siswa dan siswi SDN-2 Panarung, Kecamatan Pahandut Palangkaraya, Kalteng, Rabu (15/1/2020) sudah masuk sekolah paskakebakaran, yang terjadi, Selasa (14/1/2020). Akhirnya Kemendikbud & Satgasnas Covid-19 Bolehkan Sekolah Tatap Muka, Pemda Diminta Mengawasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Penegasan Kemendikbud Soal Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Zona Kuning.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Satuan Tugas Nasional Covid-19 serta sejumlah kementerian terkait mengumumkan bahwa sekolah di zona hijau dan zona kuning kini boleh melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Menjawab keresahan berbagai pihak terkait risiko penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ainun Naim kembali menegaskan bahwa pembukaan sekolah tatap muka di zona hijau dan kuning harus melalui protokol kesehatan yang ketat.

Ainun juga menyampaikan bahwa Kemendikbud meminta pemerintah daerah untuk mengawasi bagaimana perjalanan siswa dari rumah ke sekolah, termasuk proses pembelajaran di kelas dan jumlah siswa di kelas.

Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Rabu 12 Agustus 2020, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo

"Kemendikbud, Kemendagri, Kemenag, dan Kemenkes serta Satuan Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Jika ada indikasi tidak aman atau zonanya berubah warna maka sekolah tersebut wajib ditutup,” tegas Ainun dalam konferensi media, Senin (10/8/2020).

Pembukaan kembali satuan pendidikan untuk pelaksanaan tatap muka, kata dia, harus dilakukan secara bertahap.

Untuk satuan pendidikan umum dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dan SMK, tatap muka dilaksanakan dengan jumlah peserta didik sebanyak 30-50 persen dari kapasitas kelas.

Sementara itu, untuk sekolah luar biasa (SLB) dan pendidikan anak usia dini (PAUD)/taman kanak-kanak (TK), jumlah maksimal di dalam satu kelas sebanyak lima peserta didik.

Mendikbud Nadiem Makarim.
Mendikbud Nadiem Makarim. (DOK. KEMENDIKBUD)

Kepala sekolah dan orangtua boleh memilih

Selain itu, Ainun juga menekankan bahwa belajar tatap muka di sekolah bukan merupakan kewajiban atau paksaan, melainkan pilihan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved