Pilkada Kalteng 2020

Ketua Bawaslu RI ke Kapuas, Sebut Kerapkali Ada Sengketa Hasil

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Abhan, datang berkunjung ke Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng)

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/fady sr
Ketua Bawaslu Kapuas, Iswahyudi Wibowo saat menyambut Ketua Bawaslu RI, Abhan di Kantor Bawaslu Kapuas, Minggu (9/8/2020). 

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Abhan, datang berkunjung ke Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (9/7/2020) sore.

Kedatangannya ke Kantor Bawaslu Kapuas di Jalan Seroja Kota Kualakapuas, disambut dengan ritual pantan bahalai dan tari adat persembahan Sanggar Tari Tingang Menteng Panunjung Tarung Kapuas.

Nampak Ketua Bawaslu Kapuas, Iswahyudi Wibowo, para komisioner dan jajarannya juga melakukan penyambutan.

Ditemui di sela kegiatan kunjungan, Ketua Bawaslu RI, Abhan, mengatakan dirinya berada di Kalteng sejak Jumat (7/8/2020) lalu.

Ia sudah melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Kalteng dan terakhir ke Kapuas.

Kapuas ini dalam sejarah Pilkada, saya rasa dari 14 kabupaten/kota di Kalteng, di sini (Kapuas) termasuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) nya yang paling tinggi," kata Abhan kepada banjarmasinpost.co.id.

Lalu, lanjutnya, dari beberapa kali Pilkada, di Kapuas kerap kali ada sengketa hasil.

"Maka itu, sejak tahapan-tahapan awal Pilkada, termasuk coklit yang sedang berlangsung, kiranya kawan-kawan Bawaslu bisa melakukan tugas pengawasan sebaik-baiknya, sebagaimana tupoksi," harapnya.

Ditegaskannya, dalam hal pendataan pemilih, saat coklit, harus dilakukan dengan benar dan teliti.

"Maka itu perlu pengawasan, agar semua berjalan baik. Coklit nanti untuk penyusunan DPT. Jika benar, maka proses pun akan baik," ujarnya.

Dibeberkannya, sering terjadi dalam pelaksanaan pilkada, ada calon yang tidak puas, ada sengketa hasil, biasanya salah satu dalilnya itu adalah persoalan DPT yang tidak pas.

"Maka dari itu mulai dari coklit harus betul. Prinsip pemutakhiran data pemilih ini, ada prinsip komprehensif, valid, akurat dan mutakhir," lontarnya.

Tak hanya di tahapan awal tentunya, ia berharap Bawaslu bisa bekerja maksimal hingga tahapan akhir.

"Dan tentu di Pilkada kali ini, di tengah pandemi covid-19, juga jadi tantangan tersendiri. Maka itu semua wajib terapkan protokol kesehatan saat melaksanakan tugas. Pilkada kali ini bukan hanya soal aman dan damai, tapi juga sehat," ujarnya.

Sejauh yang sudah berjalan, pihaknya melihat coklit yang telah dilakukan sudah berjalan dengan baik.

"Memang ada satu dua temuan, tapi administrasi saja. Kami sampaikan ke kawan-kawan KPU, diperbaiki. Misal, kalau ada pemilih pemula belum masuk, harus diperbaiki masuk, kalau ada yang meninggal masih terdata, ya dicoret, dan lain sebagainya," tandasnya. (Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved