Berita Viral

WOW! Ada Anjing Bernyanyi di Papua, Bernama Dingo & Dianggap Sakral Suku Moni di Pegunungan Carstenz

Cerita Viral Terkait Anjing Bisa Bernyanyi di Papua, Bernama Dingo dan Dianggap Sakral Suku Moni di Pegunungan Carstenz

Editor: Didik Trio
Dok Balai TN Lorentz
Seekor New Guinea singing dog yang berhasil didokumentasikan tim Balai TN Lorentz di sekitar Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada ketinggian 3.200 MDPL di tahun 2013. 

Editor : Didik Trio Marsidi
TRIBUNKALTENG.COM, JAYAPURA - Berikut informasi mengenai 'Papua Singing Dog' yang hidup di wilayah yang berada pada ketinggian di atas 3.000 meter di atas permukaan laut (MDPL) masih sangat minim.

Spesies anjing yang diyakini tidak bisa mengonggong tersebut sangat jarang ditemui sehingga masyarakat Papua yang berada di kawasan pesisir pun tidak mengetahui keberadaan satwa tersebut.

Tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi masyarakat adat Suku Moni yang umumnya tinggal di sekitar Pegunungan Cartenz yang juga menjadi habitat bagi Papua Singing Dog.

Maximus Tipagau, salah satu tokoh adat Suku Moni, menyebut anjing tersebut dengan sebutan Dingo dan dianggap sakral oleh sukunya.

"Iya Dingo sakral di Mepago khususnya di keluarga kami, (suku) Ugimba, Intan Jaya, benar-benar sakral, kami anggap sebagai nenek moyang," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (30/7/2020).

Keberadaan Dingo, menurut Maximus, hanya ada di kawasan puncak Cartenz, yaitu di Gunung Somatua, Putigapa, Balebale Kelapa, Yiginagau, Kabanagau, dan beberapa lainnya.

Daftar Ulang Peserta SKB CPNS 2019 Dimulai, Selama 7 Hari, Begini Cara dan Tahapannya

Daftar Ulang Peserta SKB CPNS 2019 Dimulai, Selama 7 Hari, Begini Cara dan Tahapannya

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4, Pemerintah Janjikan Dibuka Pekan Depan

"Di sana dia hidup hanya dengan makanan dari alam, seperti kuskus dan sebagainya, tetapi mereka sangat bersahabat dengan alam Khususnya kami orang Moni, (marga) Tipagau, Kobogau, Senamba dan lain-lain," kata dia.

Cerita rakyat Dingo

Mitos atau cerita rakyat tentang Dingo pun masih terus dikisahkan oleh masyarakat suku Moni secara lisan kepada keturunannya.

Maximus menceritakan, bagi Suku Moni, Dingo dianggap hewan yang memiliki kekuatan mistis dan dapat mengontrol cuaca.

Yang paling ekstrim, Dingo diyakini bisa berubah menjadi manusia dan menjadi kanibal.

"Dia kalau malam hari bisa berubah jadi manusia dan siang hari jadi anjing. Dia bisa makan manusia, tetapi bukan langsung datang makan manusianya, dia kirim angin atau es dulu, baru orangnya secara alamiah dia tewas atau tertidur, baru (Dingo) dia datang makan. Tetapi orang tertentu yang dianggap musuh, biasanya marga-marga lain. Sementara marganya kami, dia berbagi kasih, dia datang minta makan, hebatnya dia bisa kumpul di suatu gunung dan bernyanyi," tuturnya.

Namun untuk beberapa marga dari Suku Moni, sambung Maximus yang juga berprofesi sebagai pemandu bagi pendaki puncak Certenz, Dingo kerap datang dan meminta makan.

Makanan yang diberi pun bukan berupa daging, melainkan umbi-umbian yang menurut Maximus, juga disukai oleh Dingo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved