Berita Viral

VIRAL Foto Jenazah Reaktif Covid-19 Dimakamkan Masih Pakai Daster, Terungkap karena Peti Tak Muat

Jenazah seorang wanita masih menggunakan pakaian daster yang dibungkus kain kafan dikuburkan sesuai dengan protokol Covid-19

Editor: Didik Trio
TRIBUN MEDAN / istimewa
Foto kondisi pemakaman jenazah yang diklaim pihak RS Sembiring sudah sesuai protokoler kesehatan. Jenazah seorang wanita terlihat masih mengenakan daster. 

Editor : Didik Trio Marsidi
TRIBUNKALTENG.COM - Foto viral di media sosial memperlihatkan jenazah seorang wanita masih menggunakan pakaian daster yang dibungkus kain kafan.

Jenazah tersebut dikuburkan sesuai dengan protokol Covid-19.

Prosesi pemakaman jenazah pasien suspek Covid-19, menghebohkan masyarakat terutama para pengguna sosial media (sosmed), baru-baru ini.

Pasalnya, sebuah foto beredar luas terkait proses pemakaman yang menggunakan protokol pemulasaraan Covid-19.

Pada foto tersebut terlihat jenazah seorang wanita yang masih menggunakan pakaian daster yang dibungkus dengan kain kafan di dalam peti.

Spesifikasi Oppo Reno 4, Daftar Harga HP Oppo Juli 2020: A31 Rp 2,3 Juta & Find X2 Pro Rp 16,5 Juta

Warga Suruh Perempuan Bersihkan Sampah di Depan Rukonya, Ternyata yang Disuruh Camat Samarinda Kota

Dari informasi yang diperoleh, pasien itu dikuburkan sesuai protokol Covid-19 di pemakaman Suka Maju Jalan STM, Kecamatan Medan Johor, setelah dinyatakan meninggal di RS Sembiring.

Terkait kabar tersebut, Lurah Suka Maju, Harry Agus Perdana yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dijelaskannya, bahwa awal mula pasien ini masuk ke RS Sembiring pada Kamis (23/7/2020) lalu karena riwayat penyakit jantung.

Namun, pada Jumat (24/7/2020) subuh, pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Tapi (memang) itu belum dipastikan Covid-19 atau tidak. Informasi yang kami terima dari rumah sakit, warga kita yang meninggal hasil rapid-nya reaktif," katanya, Minggu (26/7/2020).

Heri Agus menuturkan, karena hasil rapid test reaktif, pihak rumah sakit lalu mengarahkan keluarga agar pemakamannya dilakukan sesuai protokol pemulasaraan jenazah Covid-19.

Meskipun awalnya ada penolakan, namun belakangan keluarga akhirnya menerima dengan kesepakatan penguburan dilakukan di pemakaman keluarga dan tetap dilakukan sesuai protokol Covid-19.

"Waktu proses pemakaman awal tidak ada masalah. Tapi informasi yang saya diterima dari keluarga bahwa petinya tidak muat, lalu oleh pihak keluarga petinya dibongkar, sehingga nampak lah jenazah yang masih berdaster itu," jelasnya.

Setelah melihat kondisi jenazah, sambung Harry, pihak keluarga beranggapan jika jenazah almarhum belum dimandikan, dan karenanya pemakamannya dianggap tidak sesuai fardhu kifayah Agama Islam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved