Sain

Pertama Kalinya, Pesawat Ruang Angkasa NASA Tangkap Fenomena di Bulan Terbesar Jupiter

Belum lama ini, NASA Juno tampilkan penampakan epik dari bulan Ganymede melalui citra infamerah yang dikumpulkan oleh Jovian Infrared Auroral Mapper

Editor: Didik Trio
NASA/ESA
Bulan terbesar di tata surya, Ganymede adalah bulan Jupiter yang diketahui memiliki medan magnet sendiri. Eksplorasi NASA Juno baru-baru ini untuk pertama kalinya menangkap fenomena lapisan es bulan di planet ini. 

Editor : Didik Trio Marsidi
TRIBUNKALTENG.COM - Sejak diluncurkan pada 26 Desember 2019 menuju planet Jupiter, pesawat ruang angkasa NASA akhirnya terbang di dekat kutub utara bulan Ganymede.

Bulan Ganymede adalah salah satu objek terbesar kesembilan di tata surya. Merupakan bulan berukuran lebih besar dari planet Merkurius yang terdiri dari es air.

Komposisi objek luar angkasa ini berisi petunjuk dasar untuk memahami evolusi 79 bulan Yovian dari saat pembentukannya hingga saat ini.

Melansir Phys, Sabtu (25/7/2020), Ganymede adalah satu-satunya bulan di tata surya dengan medan magnet sendiri.

Psikolog dari Harvard Sebut Adolf Hitler Memiliki Organ Intim Seperti Ini

Facebook dan Twitter Lenyapkan Akun Profil Pendukung Presiden Jair Bolsonaro, Ini Faktanya

Sementara di Bumi, medan magnet menyediakan jalur plasma, yakni partikel bermuatan dari Matahari, untuk memasuki atmosfer dan menciptakan aurora.

Namun, karena Ganymede tidak memiliki atmosfer, maka permukaan di bagian kutub utaranya selalu dihujani oleh plasma dari magnetosfer raksasa Jupiter.

Peristiwa bombardir memiliki efek dramatis pada lapisan es yang menyelimuti Ganymede.

Belum lama ini, NASA Juno tampilkan penampakan epik dari bulan Ganymede melalui citra infamerah yang dikumpulkan oleh Jovian Infrared Auroral Mapper (JIRAM).

JIRAM adalah instrumen yang disematkan pada NASA Juno yang memberikan pemetaan inframerah dari perbatasan utara bulan secara besar-besaran.

"Data JIRAM menunjukkan es di sekitar kutub utara Ganymede telah dimodifikasi oleh hujan plasma," kata Alessandro Mura, co-investigator Juno di National Institute for Astrophysics di Roma, Italia.

Rupa Jupiter ditangkap wahana nirawak milik NASA, Juno, pada (12/9/2019). Lingkaran hitam itu adalah bayangan bulan Jupiter, Io.

Rupa Jupiter ditangkap wahana nirawak milik NASA, Juno, pada (12/9/2019). Lingkaran hitam itu adalah bayangan bulan Jupiter, Io.()

Eksplorasi dunia es di bulan Jupiter

Mura mengatakan data Juno ini adalah fenomena yang dapat dipelajari untuk pertama kalinya, karena permukaan kutub utara di bulan ini dapat diamati secara keseluruhan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved