Breaking News:

Berita Kotawarangin Barat

Dukung Food Estate Presiden Jokowi, Pengusaha Kalteng Kembangkan di Kabupaten Kobar

Pengusaha Kalteng asal Kabupaten Kobar, Abdul Rasyid, kembangkan budi daya ternak sapi dan buah sebagai bentuk dukungan food estate Presiden Jokowi.

HUMAS PEMPROV KALTENG UNTUK TRIBUN KALTENG
H Abdul Rasyid AS (baju kaus putih) dan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, saat berada di kawsan food estate di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 

Editor: Alpri Widianjono

TRIBUN KALTENG,COM, PANGKALANBUN - Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, secara resmi telah mencanangkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional.

Nantinya, eks PLG sejuta hektare masa orde baru di Kabupaten Kapuas dan Pulangpisau yang mulai direalisasikan sebagai pengembangan food estate, dilakukan rehabilitasi sebagai lokasi pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan sehingga menjadi produktif.

Program Presiden tersebut ditanggapi sangat baik oleh pengusaha dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang  telah lama mengembangkan kawasan food estate di daerah setempat.

Pengusaha sukes tersebut, yakni H Abdul Rasyid AS, selama ini telah mengembangkan berbagai usaha untuk mendukung ketahanan pangan.

Food Estate di Kalimantan Tengah Jadi Lumbung Padi Nasional, Gubernur Kalteng Gencar Sosialisasi

Tinjau Food Estate di Dadahup Kapuas, Jokowi dan Para Menteri Bahas Ini di Gubuk

Kembangkan Food Estate di Eks PLG, PUPR Akan Rehabilitasi 28 Ribu Hektare Jaringan Irigasi

Pusat Siapkan Rp 6 Triliun untuk Food Estate Eks PLG Kapuas dan Pulangpisau

Wujudkan Food Estate di Eks Lahan PLG Kalteng, Tahap I Ini Pemerintah Siapkan Lahan 30.000 Hektare

Salah satunya adalah penangkaran peternakan dan kebun buah miliknya yang ada di wilayah Kabupaten Kobar.

Lahan miliknya telah dijadikan tempat penangkaran dan peternakan sapi asli Indonesia dan juga sapi limosin yang berada di Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar.

Dia mengatakan, optimistis serta memberikan dukungan teehadap program food estate yang dikembangkan saat ini.

Program tersebut juga dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan miliknya yang mencapai ratusan hektare hingga ribuan hektare, digunakan untuk penernakan, kebun jeruk dan pangan lainya.

“Sapi yang dikembangkan, ada sapi Indonesia, sapi bali. Saat ini, jumlahnya sekitar 700 ekor, mulai dari anakan sampai dewasa. Kami juga menjualnya dengan harga terjangkau, juga disumbangkan untuk masyarakat di wilayah Kalteng," ujarnya, Rabu (22/7/2020).

(Tribun Kalteng/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved