Berita Palangkaraya

Ketua KPU Palangkaraya Terobos Banjir Pantau Coklit Data Pilgub Kalteng

Proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data untuk Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, ternyata tidak mudah

Foto KPU Palangkaraya
Ketua KPU Kota Palangkaraya, Ngismatul Choiriyah (berjilbab) dan petugas coklit data KPU Kota Palangkaraya saat menembus jalan terendam di Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut Palangkaraya. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data untuk Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, ternyata tidak mudah. Betapa tidak, rombongan Ketua KPU Kalteng, Ngismatul Choiriyah, bahkan harus menerobos banjir untuk melakukannya.

Beratnya medan untuk melakukan coklit data yang harus menerobos banjir tersebut terjadi di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Pahandut Kota Palangkaraya yang selama ini dikenal memang sering terjadi banjir saat musim penghujan.

Situasi Pemakaman Ricuh, Keluarga Tak Terima Pakai Protokol Covid

Karena kawasan itu, merupakan kawasan permukiman penduduk yang lahannya merupakan dataran rendah, dan merupakan kawasan bantaran Sungai Kahayan yang saat musim penghujan rumah yang ada di kawasan tersebut sering terendam.

Bersamaan dengan itu, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangkaraya yang juga diikuti oleh Ketua KPU setempat tetap menjalankan tugas meski haru berendam di jalan banjir hingga sepaha orang dewasa.

Ketua KPU Kota Palangkaraya, Ngismatul Choiriyah, Selasa (21/7/2020) mengaungkapkan, tidak mudah ternyata melakukan coklit data door to door ke rumah warga, karena salah satu tantangannya menerobos jalan banjir agar coklit bisa dilakukan optimal."Ini salah satu tantangannya saja, tentu petugas kami harus tetap bekerja menyesuaikan jadwal tahapan," ujarnya.

Solusi Axioo Saat Pandemi Covid-19, Absen Tanpa Finger Print & Ukur Suhu TubuhTanpa Kontak

Dia mengatakan, proses pencocokan dan penelitian (Coklit ) hanya 30 hari dimulai sejak 15 Juli 2020 , sehingga pohaknya harus bekerja ketas untuk melakukan coklit tepat waktu yang telah ditentukan tersebut, sehingga semua warga yang berhak memilih bisa dilakukan coklit. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved