Pilada Kalteng 2020

Cegah Covid-19, PPDP Kalteng Wajib Kenakan APD Saat Coklit Data Pemilh Pilkada

Para PPDP di Provinsi Kalteng yang melakukan coklit data pemilih diwajibkan mengenakan masker dan face shield supaya tidak terpapar Covid-19.

HUMAS PEMPROV KALTENG UNTUK TRIBUN KALTENG.COM
Seorang PPDP mengenakan alat pelindung diri (ADP) saat melakukan coklit data pemilih pada Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan istri, Yulistra Ivo, untuk keperluan pilkada, Sabtu (18/7/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

TRIBUN KALTENG.COM. PALANGKARAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data melalui Petugas Pemutahiran Data pemilih (PPDP) sejak tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus 2020 mendatang untuk menyukseskan Pilkada serentak di Bumi Tambun Bungai.

Ketua KPU Kalteng, Harmain Ibrohim, saat memulai coklit data Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan keluarga, mengungkapkan, pelaksanaan coklit sudah dilaksanakan sejak tanggal 15 Juli-13 Agustus 2020.

Pelaksanaan coklit serentak, untuk satu petugas PPDP minimal tiga tokoh yang dimulai dari Gubernur, Walik Kota, Ketua DPRD dan tokoh lainya oleh petugas lainnya.

Dikatakan dia, seluruh Kalteng dengan 6.051 TPS, sehingga petugas PPDP akan mencoklit minimal ada 18.153 tokoh se Kalteng.

"Tentunya harapan kami, dengan terdaftarnya para tokoh di Kalteng tersebut akan membawa dampak baik kepada seluruh masyarakat ahar juga bisa terdaftar,” ujar Marmain.

Petugas Coklit Mendata Keluarga Gubernur Kalteng Sugianto Sabran

Ini Paslon Kepala Daerah di Pilkada 2020 yang Didukung PDI Perjuangan, Ada dari Kalteng?

Lima Pelaku Jaringan Pembuat Dokumen Rapid Test Palsu Diamankan Polres Kobar Kalteng

Kapolda Kalteng Resmikan Laboratorium PCR RS Bhayangkara Palangkaraya, Tracing Makin Agresif

22 Calon Taruna Akpol Polda Kalteng Gugur, Gagal Tes Psikologi

Dinkes Kalteng Sebut Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat

Pelaksanaan coklit hari pertama, yang dilakukan PPDP ke rumah Gubernur Kalteng dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Palangkaraya Ngismatul Khoiriyah, Ketua KPU Kalteng Harmain Ibrahim, Ketua Bawaslu Kalteng Satriadi, serta penyelenggara lainnya yang juga ikut.

Ketua KPU Provinsi Kalteng, Harmain, menyebut, kegiatan gerakan coklit tersebut dilaksanakan secara serentak untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, serentak dilaksanakan pada 270 daerah pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan dalam tahun 2020 ini.

Mantan Ketua KPU Kota Palangkaraya ini menegaskan, petugas PPDP yang akan datang ke rumah-rumah warga untuk melaksanakan coklit sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

Para petugas yang melaksanakan coklit, diwajibkan mengenakan Alat Pelindung Diri (ADP) terdiri dari masker dan face shield. Ini juga bertujuan untuk mencegah terpapar Covid-19.

Petugas PPDP semuanya juga sudah dilakukan rapid tes dan dalam keadaan sehat terhindar dari Covid-19.

“Tidak perlu ragu dan takut, petugas PPDP datang dalam keadaan sehat, karena sudah melakukan rapid tes semua," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Palangkaraya, Ngismatul Khoiriyah, menyampaikan, dalam melaksanahon tugas coklit petugas PPDP kadang masih mengalami sedikit kendala karena salah pengertian.

"Ada saja masyarakat yang takut menerima karena dianggap petugas PPDP yang datang ke rumah warga, mau melakukan rapid tes, apalagi petugas datang dengan pakaian lengkap dengan ketentuan SOP. Tapi kami sudah menyosialisasi kan, bahwa merdeka adalah petugas coklit data dari KPU, " ujarnya.

(Tribun Kalteng/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved