Breaking News:

Techno

Susul India, Amerika Serikat Bersiap Blokir TikTok dengan Alasan Keamanan Data Penduduk

Setelah India, pemerintah Amerika Serikat kini mulai mewacanakan untuk memblokir aplikasi TikTok.

kompas.com
Aplikasi TikTok 

TRIBUNKALTENG.COM - Setelah India, pemerintah Amerika Serikat kini mulai mewacanakan untuk memblokir aplikasi TikTok.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mengincar aplikasi video asal China, TikTok, setelah sebelumnya sudah pernah 'menyentil' dua raksasa Tiongkok lainnya ZTE dan Huawei

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan pemerintah AS sedang mempertimmbangkan untuk memblokir TikTok dan media sosial asal China lainnya. Alasannya tidak beda dengan pemblokiran Huawei, yakni ancaman keamanan nasional.

Pemerintah AS khawatir media sosial seperti TikTok membagikan data pengguna ke pemerintah China. Dilaporkan Reuters, Pompeo mewanti-wanti penduduk AS yang menggunakan TikTok.

Update Harga HP Xiaomi Juli 2020, Lengkap dan Terbaru Mi Note 10 hingga Pocophone F1

Fiki Alman Pria Digrebek dengan Angel Lelga Buka Suara, Sebut Adik Vicky Prasetyo Juga Dilaporkan

"Kecuali jika Anda ingin informasi pribadi berada di tangan Partai Komunis China," kata Pompeo.

Perwakilan TikTok tidak diam saja atas pernyataan Pompeo. TikTok mengklaim tuduhan pemerintah AS terkait keamanan data pengguna tidak benar.

"Kami tidak pernah memberikan data pengguna ke pemerintah China, sekalipun diminta memberikannya," jelas perwakilan TikTok.

Anak perusahaan ByteDance yang bermarkas di China ini menginformasikan bahwa CEO TikTok adalah berkebangsaan Amerika Serikat.

Ratusan karyawan dan petinggi penting di divisi keamanan, perlindungan, produk, dan kebijakan publik, juga diisi oleh karyawan berkewarganegaraan AS.

"Kami tidak memiliki prioritas lain selain mempromosikan pengalaman yang aman bagi pengguna," jelas TikTok, dirangkum KompasTekno dari The Verge, Rabu (8/7/2020).

Sebelumnya, pemerintah India telah memblokir 59 aplikasi buatan China, termasuk TikTok dan WeChat dengan alasan yang sama.

Pemerintah India mengklaim bahwa pemblokiran puluhan aplikasi itu bisa melindungi privasi dan keamanan data warganya. Namun, TikTok menyampaikan pembelaannya.

"TikTok akan terus mematuhi peraturan perlindungan data pribadi dan keamanan di bawah hukum India, dan tidak membagikan informasi pengguna kami di India dengan pemerintah asing, termasuk pemerintah China," klaim TikTok.

China juga selama ini diketahui berupaya lepas dari stempel 'buatan China'. seperti memindahkan kantor pusat ke luar China, dan mencari figur CEO berkebangsaan AS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Sedang Pertimbangkan Blokir TikTok, Alasannya?"

Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved